12 Tahun Tak Ada Masalah, Warga Gedong Tataan Keluhkan OPAL oleh Pihak Ketiga PLN

Sarjono menunjukkan letak bekas meteran listrik yang dicabut/ Rama
Sarjono menunjukkan letak bekas meteran listrik yang dicabut/ Rama

Sejumlah warga di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan Pelayanan Tim Operasi Penertiban Aliran Listrik (OPAL) sebagai pihak ketiga yang dipekerjakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. 


Sarjono (42) warga Dusun Bogorejo II, Desa Bogorejo, Kecamatan Gedongtataan Pesawaran menyebut sejak sepekan lalu meteran di rumahnya dicabut oleh Tim OPAL.

Pencabutan itu diklaim karena melanggar ketentuan perusahaan listrik plat merah dalam penggunaan alat pengukur meteran listrik. 

"Jadi pada selasa 5 Oktober 2021 lalu Tim OPAL melakukan pemutusan aliran listrik dengan mencabut alat meteran dan mengganti dengan instalasi tanpa meteran listrik," kata Sarjono, Kamis (14/10). 

Menurutnya, pemutusan tersebut tak beralasan, sebab dia mengaku tidak terlambat membayar atau pun melanggar aturan pemakaian. 

Sementara berdasarkan berita acara pencabutan alat meteran listrik, disebutkan bahwa Sarjono melanggar ketentuan pemakaian alat meteran listrik. 

"Saat diperiksa petugas Tim OPAL menyebutkan dalam berita acara bahwa saya melanggar karena menggunakan meteran listrik tanpa alasan hak yang sah," ujarnya. 

Tak hanya itu saja, ternyata Sarjono harus membayar sejumlah denda dan biaya pemasangan alat meteran listrik dengan nominal mencapai hampir Rp2 jutaan. 

"Setelah saya dipanggil ke kantor PLN, saya harus membayar Rp970 ribu untuk denda dan Rp950 ribu untuk biaya pemasangan alat meteran listrik," sesalnya. 

Padahal, dia mengaku sudah 12 tahun memakai alat meteran tersebut dan tidak pernah mendapat peringatan ataupun pemanggilan dari pihak PLN. 

Senada, Hariyono (45) juga mengalami hal serupa pihaknya telah dipanggil ke kantor PLN untuk dimintai keterangan terkait penggunaan meteran listrik. 

"Setelah dipanggil ke kantor, saya dinyatakan melanggar karena alat KWH meter atau meteran listrik ditemukan arus terukur melebihi batas daya kontrak PLN, kemudian saya di panggil ke kantor PLN Ranting Pringsewu," pungkasnya.