15 Napi Korupsi dan 8 Napi Terorisme di Lampung Dapat Remisi Hari Kemerdekaan

Ilustrasi napi/ net
Ilustrasi napi/ net

Sebanyak 15 narapidana tindak pidana korupsi dan 8 narapidana kasus terorisme di Lampung diusulkan mendapat remisi Hari Kemerdekaan HUT RI Ke-77.


Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kadispas Kanwil Kemenkumham) Lampung Farid Djunaedi, Selasa (16/8).

Rincian napi tindak pidana korupsi yang mendapatkan remisi, di antaranya Abdul Mukti di Lapas Kelas I Metro mendapatkan remisi 2 bulan dan Ayu Septaria di Lapas Perempuan Kelas IIA mendapatkan remisi 5 bulan.

Selanjutnya napi korupsi di Lapas Kelas I Rajabasa Bandar Lampung dengan masing-masing remisi 3 bulan yakni, Zainudin Bim M Noel, Wawan Suhendra,Taufik Hidayat, Syahroni, Sutanto, Raden Zugiri, Khamami Bin Wasis, Hermansyah Harmidi dan Natalis Sinaga.

Kemudian, Hari Kurniawan di Lapas Kelas I Rajabasa Bandar Lampung mendapatkan remisi 4 bulan dan napi di Lapas Kelas IIA Kalianda yakni, Syahbudin remisi 4 bulan, Yusmardi 4 bulan dan Raden Syaril 3 bulan.

Sementara napi tindak pidana terorisme yang mendapatkan remisi di antaranya, A-S, Y-S, M-R-M, M-R, K-T, I-U, H-C dan N-S.

Farid Junaidi menjelaskan, napi yang mendapatkan remisi sudah memenuhi persyaratan dua syarat administratif dan substantif, di antaranya, berkelakuan baik dan tidak menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.

"Syarat berkelakuan baik harus dibuktikan dengan  tidak menjalani hukuman disiplin dan telah mengikuti program pembinaan, ini termasuk untuk napi perkara korupsi (pidsus)," jelasnya.

Sementara untuk napi dengan perkara narkotika, korupsi dan terorisme harus telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh lapas dan NKRI, dan sudah mengembalikan uang kerugian negara.

Nantinya, pemberian remisi dilakukan pada 17 Agustus yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan Raja Basa Bandar Lampung yang direncanakan dihadiri Gubernur Lampung, Arinal D Junaidi dan Kepala Kemenkumham Lampung, Edi Kurniadi.