16 Organisasi Profesi Kesehatan Sanggah Tuduhan Cari Untung Dari Corona

Beredar berita di media sosial mengenai tuduhan kepada organisasi profesi kesehatan yang disebutkan mencari untung dari penanganan pandemik virus corona baru atau Covid-19.


Hal ini menuntut 16 organisasi profesi kesehatan angkat bicara dan menyatakan sikap. Dalam siaran pers, 16 organisasi profesi tersebut meliputi IDI, PDGI, Persi, PPNI, MHKI, IBI, Persakmi, Patelki, IFI, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Satgas COVID-19 Unhas, Paboi, Perdatin, PDPI dan Papdi.

Para tenaga kesehatan (Nakes) yang tergabung dalam 16 oraginasi tersebut menyatakan, berita yang beredar di media sosial adalah tidak benar.

Karena, para nakes terikat dengan sumpah profesi dan kode etik profesi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kejujuran dan profesionalisme.

"Semua berita tidak benar tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang terhadap tenaga kesehatan," demikian bunyi poin ke-6 pernyataan itu.

Karena itu, organisasi-organisasi ini berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, sesuai dengan aturan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian virus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Namun begitu, dengan beredarnya tuduhan mencari untung terhadap nakes, maka 16 organisasi profesi kesehatan ini meminta pemerintah, TNI dan Polri untuk menjamin keamanan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di luar fasilitas.

Karena selain tuduhan, organisasi-organisasi kesehatan ini juga turut mendapatkan ujaran kebencian hingga ancaman dalam bentuk yang beragam.

"Apabila pernyataan sikap kami tidak diperhatikan dan diwujudkan dalam tindakan nyata, agar tidak terjadi benturan-benturan selanjutnya, maka kami menyerahkan tugas dan tanggung jawab kami kepada pemerintah," pungkas bunyi pernyataan sikap 16 profesi kesehatan itu.