17.564 JKN-KIS di Pringsewu Dinonaktifkan

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Sebanyak 17.564 warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Pringsewu dinonaktifkan. 


Rinciannya, 7.556 penerima PBI-JKN dinonaktifkan di tahun 2019 dan 10.009 dinonaktifkan pada 2020 lalu.

Kepala Dinas Sosial Pringsewu Titik Puji Lestari mengatakan, penonaktifkan dilakukan karena warga penerima tidak lagi terdaftar dalam‎ data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Termasuk, warga yang tercatat telah meninggal dunia, memiliki data ganda, maupun mereka yang pindah segmen atau warga yang sudah mampu. 

"Kemensos secara bertahap menonaktifkan data yang belum masuk DTKS. Untuk tahun ini, dinsos sedang melakukan verifikasi data lainnya yang non DTKS," kata Titik melalui sambungan telpon, Jumat (1/10).

Lebih lanjut, Kepala Seksi Pendampingan, Bantuan Stimulan, dan Penataan Lingkungan di Dinas Sosial Pringsewu Dedy Akhmadi menjelaskan, total jumlah penerima PBI-JKN di Pringsewu ada sebanyak 140.377 peserta. 

Dari jumlah tersebut, kata dia, jumlah PBI non DTKS mencapai 27.217. Yang mana dari jumlah tersebut yang telah dinonaktifkan sejak 2019 lalu mencapai 17.564 peserta.

"Penonaktifan dilakukan sejak tahun 2019 dan tahun 2020. Per tanggal 28 September 2021 ini, Kemensos meminta kita (Dinsos Pringsewu-red) melakukan verifikasi terhadap 9.653 data PBI non DTKS untuk tahun ini," katanya.

Dedy menambahkan, dari PBI yang dinonaktifkan akan digantikan dengan pendaftaran PBI baru berdasar pemutakhiran data.

Untuk itu, ia mengimbau kepada warga prasejahtera atau tidak mampu maupun peserta PBI-JKN agar segera melapor atau memeriksa kepesertaan DTKS ke pekon/desa atau lurah masing-masing.

"Pendaftaran dapat dilakukan apabila sudah terdaftar dalam DTKS," tutupnya.