3745 Burung Hendak Diselundupkan Ke Jakarta Dan Semarang

Burung-burung yang hendak diselundupkan lewat Pelabuhan Bakauheni dikemas dalam boks/Ist
Burung-burung yang hendak diselundupkan lewat Pelabuhan Bakauheni dikemas dalam boks/Ist

Awal tahun ini, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni telah menyelamatkan 3745 ekor burung liar yang hendak dikirim dari Lampung ke Jakarta dan Semarang.


Burung sebanyak 3745 ekor tersebut masing-masing 2023 ekor dari Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah dan 1722 ekor dari Panjang, Kota Bandarlampung.

Burung hasil tangkapan alam yang dari Kabupaten Lampung Tengah berhasil dicegat di Pos Seaport Interdiction (SI), Minggu (24/1), pukul 05.30 WIB. 

Sedangkan yang dari Panjang, Kota Bandarlampung, petugas menangkapnya di pos pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, pekan lalu, Jumat malam (14/1).

Kurir yang diamankan petugas adalah sopir truk Muhammad Hilal Almahfur (24), warga Desa Putra Buyut, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Dua kurir lainnya, sopir minibus Rohmad Khudori (43) dan Hendi Dwi Setiawan (21), mahasiswa asal Kelurahan Buanabhakti, Kecamatan Kerinci, Kabupaten Siak, Riau.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah, mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, mengatakan semua burung tidak dilengkapi dokumen. 

Burung-burung yang disita dari Bandarjaya adalah 1.170 cicak keling,  280 jalak kebo, 350 ciblek, 150 pleci, 92 gelatik batu, 9 siri besar dan 2 poksai mandarin, 1 sipanca, 2 batik, dan 13 siri kecil.

Burung dari Panjang adalah 380 ekor jalak kebo, 385 ekor pleci, 80 ekor cinenen, 210 ekor gelatik batu, 570 ekor prenjak jawa, 11 ekor sirih-sirih, 57 ekor madu belukar, 3 ekor poksai, 5 ekor cucak gunung, 13 ekor kinoy dan 8 ekor cucak ranting.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah mengatakan para pelaku dan barang bukti diamankan di Markas KSKP Bakauheni.

Polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap pemilik dan penerima satwa liar tersebut.