4 RS Rujukan Covid-19 Bandarlampung Tak Terisi Pasien

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki/ Tuti
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki/ Tuti

Empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandarlampung tidak terisi pasien, akibat menurunnya kasus terkonfirmasi Covid-19 beberapa pekan terakhir. 


Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki mengatakan dari 13 rumah sakit rujukan Covid-19 ada empat rumah sakit yang tak terisi, yakni RS Pertamina Bintang Amin, RS Darurat Wisma Haji, RS Hermina dan RS Pendidikan Unila.

"Secara keseluruhan bed occupancy rate (BOR) RS Rujukan Covid-19 di Bandarlampung hanya 5,32 persen," kata Ahmad Nurizki, Kamis (30/9). 

Menurutnya, rumah sakit yang masih besar persentase BOR yakni RS Advent dengan 25 persen, atau 8 kamar terisi dari 32 yang tersedia. RS Graha Husada dengan 24,14 persen atau 7 kamar terisi dari 29 yang tersedia. 

Lalu RS Imanuel dengan 9,52 persen atau 4 kamar terisi dari 42 yang tersedia, dan RS A Dadi Tjokrodipo dengan 8 persen, atau 3 kamar terisi dari 36 kamar yang tersedia. 

"Sementara untuk jumlah pasien terbanyak ada di RSUD Abdul Moeloek dengan 13 pasein dengan persentase keterisian bednya 7,43 persen," ujarnya.