Nomor Dua, Risiko Meninggal Pasien Positif Corona Di Lampung




Lampung nomor dua paling berisiko meninggal dunia pasien yang positif' terinfeksi Covid-19 dibandingkan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Menurut Kadiskes Lampung Reihana, hal itu berdasarkan jumlah pasien yang meninggal dibagi kasus positif kemudian dikalikan 100.

Dari hitungan tersebut, tingkat risiko kematian akibat Covid-19 di Lampung adalah lima persen.

Kasus positif 50 dan jumlah pasien yang meninggal 5 orang dan jjka dipersentasi menjadi 5 persen potensial meninggal dunia, katanya.

Tapi, jika kasus positifnya lebih banyak maka persentasenya akan lebih kecil.

"Kita saat ini case fatality rate-nya memang tinggi dihitung dengan rumus case fatality rate, 5 dibagi 50 dikalikan 100 menjadi 5 persen," katanya, Sabtu (2/5).

Menurut Reihana, hal serupa pernah terjadi di DKI Jakarta. "Ketika di DKI sudah banyak pasien Covid-19 meninggal, sementara jumlah pasien positif Covid-19 belum begitu banyak, persentase risiko kematian pasien Covid-19 juga tinggi," kata Reihana.

Reihana mengatakan, risiko kematian pasien Covid-19 bisa dipengaruhi beberapa faktor, antara lain faktor usia, faktor penyakit penyerta, dan faktor stres.

Menurut Reihana, dari 5 pasien yang meninggal 4 di antaranya berusia lebih dari 59 tahun. Sedangkan yang berusia 35 tahun atau usia produktif ada satu orang.

"Di Lampung, 80 persen pasien Covid-19 yang meninggal berusia di atas 59 dan hanya 20 persen yang berusia 35 tahun. Pasien nomor 10 berusia 71 tahun, pasien nomor 13 usia 63 tahun, pasien 15 usia nomor 65 tahun, dan pasien nomor 19 usia 59 tahun. Pasien meninggal yang berusia 35 tahun adalah pasien nomor 02," kata Reihana.

Reihana mengatakan lima pasien Covid-19 di Lampung yang meninggal dunia semuanya memiliki riwayat penyakit penyerta.

Termasuk, kata dia, pasien termuda Covid-19 di Lampung, yaitu pasien nomor 02 dan berusia 35 tahun.