LPSK Tindaklanjuti Permohonan Perlindungan NV


Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menindaklanjuti permohonan perlindungan NV (14) atas kasus kekerasan seksual oleh oknum yang bertugas di P2TP2A Lampung Timur (Lamtim) berinisial DA.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan sudah mengetahui kasus ini sejak minggu lalu dan secara resmi kuasa hukum LBH Bandarlampung menyampaikan permohonan perlindungan saksi dan korban.

"Kami mencoba untuk memenuhi dan mendalami tentang sifat penting dari keterangan permohonan atau korbannya, juga untuk mengetahui tingkat ancaman terhadap permohonan atau korban ini seperti apa," kata Edwin Partogi Pasaribu, Jumat (10/7).

Menurutnya, LPSK juga akan mendalami kondisi psikologi dan medis dari korban. "Apa yang di perlukan untuk pemulihan medis dan psikologisnya. Termasuk mendalami track record si korban sendiri," jelasnya.

Lanjutnya, dari pertemuan dengan Kapolda Lampung yang didampingi jajaran kepentingan di Polda Lampung, ia sudah mendapatkan gambaran tentang penanganan kasus ini.

"On tracknya dalam proses, karena proses pemeriksaan terhadap korban baru dilaksanakan oleh penyidik pada Selasa lalu. Jadi kita harus menunggu memang, agar proses penyidikan bisa terus berjalan, dan pengungkapan kasus itu semakin terang,'' jelasnya.

LPSK juga membuka diri jika ada saksi atau korban lain dari peristiwa ini yang ingin mengajukan permohonan perlindungan. "Untuk sejauh ini masih NV yang memohon perlindungan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyambut baik kedatangan LPSK. Dimana kehadiran suatu negara secara institusi saling membantu dan bersinergi dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia.

"Pada hari ini, tim LPSK datang ke Polda Lampung dalam rangka melihat dan mendengar situasi yang terjadi tentang menanganan kasus, terutama kasus yang tengah kami dalami atau kami lakukan proses penyidikan kasus di Lampung Timur korban NV," jelasnya.