Ketua Gapoktan Tilep Hampir Separuh Dana Cetak Sawah Ratusan Hektare




Arsam Hidayat (AH) disinyalir telah menelan hampir separuh dana cetak sawah ratusan hektare di Dusun Hasanbulan II, Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang.

Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilian Lampung akibat perbuatan yang dilakukan AH (51) tersebut negara mengalami kerugian Rp618.254.750.

[caption id="attachment_60548" align="alignnone" width="560"]AH AH, ketua Gapoktan/Foto Ist[/caption]

Polres Tulangbawang telah memeriksa AH dan buktinya kasus tindak pidana korupsinya telah diserahkan kepada Kejari Tulangbawang, Senin (27/7).

Kasus P21 No : B-1576/L8.18/Fd.1/0/2020, tanggal 06 Juli 2020 tersebut diungkapkan Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra mewakili Kapolres AKBP Andy Siswantoro, Selasa (28/7).

Kronologis masalahnya, tahun 2011, Pemerintah Pusat mengadakan proyek cetak salah seluas 230 hektare dengan nilai Rp1.725.000.000.

Proyek meluncur dua tahap. Tahap pertama, cetak sawah seluas 180 hektare senilai Rp1,325.000.000 dan tahap kedua tambahan 50 hektare senilai Rp400 Juta.

AH (51), sebagai kepala Gapoktan Pasiran Jaya yang mengerjakan cetak sawah dan pengadaan sarana produksi (saprodi) berupa pupuk, herbisida dan bibit padi.

Ternyata, BPKP Perwakilian Lampung, menemukan penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp618.254.750.