Kali Kedua, Petahana Bupati Lamsel Dikatakan Pakai Ijazah SMA Palsu




Kali kedua jelang pilkada, Petahana Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto diberitakan kadesnya pakai ijazah palsu

Sebelumnya, jelang Pilkada 2015, pesaingnya, Eki Setyanto, mantan bupati setempat, juga menuduh hal yang sama terhadap Nanang.

Sutrimo, mantan anggota DPRD Lampung Selatan yang kini jadi kepala Desa Margodadi, Kecamatan Jati Agung itu dilaporkan pencemaran nama baik.

Sang kades mengatakan kepada sejumlah media bahwa Nanang pakai ijazah palsu SMA ketika hendak menjadi anggota DPRD Lampung Selatan

Hasanudin, ketua Tim Kuasa Hukum Nanang Ermanto dari LBH Sabusel melaporkan Sutrimo melanggar Pasal 311, KUHP ke Tipikor Polres Lampung Selatan, Rabu (29/7).

Menurut dia, Nanang melaporkan sang kades untuk mencegah terjadinya gesekan di akar rumput.

“Terlapor melanggar 311 KUHP ancaman 4 tahun tentang pencemaran nama baik lewat media online pada tanggal 27 Juli 2020,” pungkasnya.

Menurut kuasa hukum, tak mungkin klienya bisa menjadi anggota legislatif dua kali, wakil bupati, dan akhirnya bupati jika ijazahnya palsu.

Tim kuasa hukum dari kantor Bantuan Hukum Sai Bumi Selatan (LBH Sabusel) berjumlah tujuh orang, yakni, Hasanudin, Eko Umaidi, Merik Havit, Zamroni, Daniel Simamora, Deny Galih Riazy dan Fikri Amrull.