80 Persen UMKM Mengalami Penurunan Pendapatan Usaha

Menteri PPN atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/ Vera Afrianti
Menteri PPN atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa/ Vera Afrianti

Menteri PPN atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan UMKM menjadi sektor pertama yang terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, sekitar 80 persen UMKM mengalami penurunan pendapatan usaha. 


Pasalnya, pembatasan aktivitas selama PSBB atau PPKM diterapkan di Indonesia membuat anjlok pendapatan UMKM, sehingga banyak kerugian-kerugian yang dialami.

Berdasarkan data Report Impact of Covid-19 pandemic on MSME in Indonesia 2020 (LPEM UI dan UNDP 2020) ada 81 UMKM terdampak Covid-19 tetapi, yang mengalami masalah distribusi produk 80 persen.

Kemudian, untuk UMKM yang mengalami penurunan penjualan sekitar 87 persen lalu 75 persen UMKM lainya mengalami kenaikan harga bahan baku.

"Itu berdasarkan survei kepada 15 provinsi dengan 1.180 responden," kata Suharso Monoarfa saat webinar terkait Antisipasi Dampak Covid-19 terhadap Kesenjangan Ekonomi dan Keutuhan bangsa, Selasa (21/9).

Selain itu, pandemi Covid-19 ini juga menyerang beberapa bagian penting yang ada di sektor UMKM di antaranya bagian permintaan, modal usaha, pasokan dan operasional .

"Berkurangnya aktivitas masyarakat dan usaha, cadangan modal UMKM terbatas, operasional usaha UMKM terganggu, ruang produksi/usaha yang terbatas sehingga sulit untuk mengikuti prokes, sektor penyediaan akomodasi, makan dan minum, industri pengolahan didominasi oleh UMKM," katanya.

Maka dari itu, dalam rangka mendukung UMKM pihaknya menyediakan beberapa kebijakan diantaranya pengurangan biaya operasional usaha (restrukturisasi kredit, subsidi bunga kredit, penyediaan ruang operasional bersama termasuk IKM) serta digitalisasi usaha.

"Lalu ada penyediaan modal kerja atau askes pembiayaan mulai dari penjaminan kredit UMKM, akselerasi KUR, pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPBD, BPUM Banpres produktif," ungkapnya.

"Kemudian, ada juga fasilitas transportasi usaha (perluasan layanan pendampingan dan pengembangan usaha, pelatihan kewirausahaan dan vokasi serta perluasan inklusi keuangan UMKM dan terakhir peningkatan konsumsi dan permintaan produk UMKM." ujar Suharso.

Webinar ini diselenggarakan oleh HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia). Diawali oleh sambutan Ketua Umum HIPPI Suryani Motik dan ditutup dengan paparan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia M. Arsyad Rasjid[. R]