86 Mobil Turun pada Mabar Offroad se-Nusantara di Pesawaran

Peserta Mabar Offroad/ Rama
Peserta Mabar Offroad/ Rama

Mabar Offroad se-Nusantara yang digelar sebagai rangkaian Hari Jadi Provinsi Lampung ke-58 di Kabupaten Pesawaran diharap dapat mengangkat kearifan lokal dan memperkenalkan segala potensi wisata yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu.


Menurut Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, dengan dilaksanakannya event skala nasional hari ini, seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan ini, secara bersama-sama telah mempromosikan dan memasarkan produk wisata yang ada.

"Kegiatan hari ini, sangat positif, selain sebagai ajang silaturahmi antar anggota yang tergabung dalam Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn), ada juga kolaborasi budaya lokal dengan entertainment modern, yang secara tidak langsung mengangkat kearifan lokal dan meningkatkan wisata di Pesawaran," kata Dendi saat membuka acara Mabar Offroad, yang dimulai di Holtipark Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan, Sabtu (19/3).

Dikatakannya, Pesawaran memiliki potensi fisik kewilayahan berupa pegunungan sampai dengan wilayah pesisir pantai, yang memberikan keragaman potensi alam. Dengan kekayaan alam yang dimiliki memberikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dimanfaatkan secara optimal.

"Pesawaran memiliki 18 pantai, obyek wisata air terjun, tiga sumber air panas, satu kampung tapis, dan satu kampung adat. Segala potensi yang dimiliki ini, bisa kita promosikan kepada masyarakat luas melalui pemerintah, atau pun melalui event-event berskala nasional seperti yang digelar hari ini," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua SKIn Pengurus Daerah (Pengda) Lampung mengatakan, yang mengikuti kegiatan hari ini berjumlah 86 mobil, yang berasal dari beberapa provinsi yang ada di Sumatera.

"Kebanyakan peserta hari ini dari Pulau Sumatera, ada yang dari Sumatera Selatan seperti Palembang, Jambi, Bengkulu, lalu Lampung sendiri sebagai tuan rumah. Jumlah ini kita batasi karena mengingat saat ini masih situasi pandemi," kata Wawansyah.

"Sebelum peserta turun ke jalur, panitia melakukan scrut kendaraan perserta dulu, kalau memang telah sesuai dengan standar, dan dari 100 peserta yang daftar, hanya 86 kendaraan yang layak turun," pungkasnya.