99 KPM di Pringsewu Terima Bantuan Rutilahu

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Sekdakab Pringsewu Heri Iswahyudi/ Nurul Ikhwan
Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Sekdakab Pringsewu Heri Iswahyudi/ Nurul Ikhwan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Pringsewu melalui Dinas Sosial dan Fakir Miskin menyalurkan bantuan Rumah Tak Layak Huni (Rutilahu) kepada sebanyak 99 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai total Rp1,485 miliar 


Kepala Dinas Sosial dan Fakir Miskin Pringsewu Titik Puji Lestari mengatakan, penyaluran Rutilahu itu berdasarkan keputusan Bupati Pringsewu Nomor: B /109/KPTS/D.04/2022 Tentang daftar pemerima, alamat dan besaran bantuan sosial Rutilahu yang bersumber dari APBD Pringsewu Tahun Anggaran 2022.

"Sasarannya, warga miskin yang tidak mampu yang terdaftar Data Terpadu Kesejahtraan Sosial (DTKS), dan memiliki kriteria Rumah Tidak Layak Huni," kata Titik Puji Lestari di Aula Utama Sekretariat Bupati, Kamis (23/06).

Menurut dia tujuan bantuan Rutiluhu supaya terwujudnya rumah layak huni bagi keluarga pemerima manfaat di Pringsewu. 

Sementara kata Titik, pelaksana kegiatan bantuan sosial rumah tidak layak huni itu direalisasikan ke masyarakat di 9 Kecamatan untuk 52 Pekon atau kelurahan.

"Dengan jumlah calon pemerima 99 orang, keluarga  calon penerima bantuan sosial Rutiluhu yang tersebar di 9 Kecamatan untuk 52 Pekon atau Kelurahan.Dengan total bantuan mencapai Rp 1,485 miliar," paparnya.

Rincianya,Kecamatan Adiluwih 7 orang jumlah anggaran Rp 105 juta, Ambarawa 7 orang Rp 105 juta, Banyumas 9 orang Rp 135 orang.

Kecamatan Gadingrejo 14 orang Rp 210 juta, Pagelaran 200 orang Rp300  juta, Pagelaran Utara 10 orang Rp150 juta.

Kemudian Pardasuka 13 orang Rp195 juta, Pringsewu 10 orang Rp 150 juta, Sukoharjo 9 orang Rp 135 juta.

"Alokasi 100 rumah, namun 1 penerima tidak disalurkan dikarenakan tanah dan rumah dalam jaminan bank dan yang bersangkutan pergi ke Jawa," jelas Titik 

Diketahui , KPM mendapat bantuan Rutiluhu Rp 15 juta. Dalam pengerjaanya secara swadaya oleh masyarakat pekon setempat.