Abaikan Saksi Ahli, Hakim Vonis Pengacara Amrullah Percobaan 5 Bulan Karena UU ITE

Suasana sidang Amrullah/ Faiza
Suasana sidang Amrullah/ Faiza

Pengacara Amrullah dinyatakan terbukti melanggar UU ITE oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang dan divonis pidana penjara 3 bulan, Selasa (23/11).


"Menetapkan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali apabila dikemudian hari ada perintah lain dalam putusan Hakim karena Terdakwa sebelum masa percobaan 5 bulan melakukan perbuatan yang dapat dipidana,” ujar Hakim Ketua Safruddin.

Hakim Ketua Safruddin mengatakan Amrullah terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan atau mentransmisikan, dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik, dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Hal tersebut melanggar Pasal 27 ayat (3), juncto Pasal 45 ayat (3), UU nomor 11 tahun 2008 tentang UU ITE, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menilai fakta telah adanya perdamaian antara terdakwa dengan korban dan adanya permintaan maaf, menjadi hal meringankan dalam memutuskan hukuman terhadap Amrullah.

Diketahui, Amrullah saat kejadian merupakan Kuasa Hukum Rice Megawati, istri almarhum Satono (DPO korupsi Lampung Timur). Ia dituntut karena ucapannya dalam berita "Hindari Lelang Hinga Hanya Setor 10 Milyar, Jual Beli Aset Alay Pantai Queen Artha Senilai 88 Milyar Diminta Diusut" yang diunggah pada 8 September 2020.

Kuasa Hukum Amrullah, Richard terkait pemberitaan tersebut telah ada kesepakatan damai pada 3 Mei 2021 antara terdakwa dengan Pelapor Donny Leimena atas pemberitaan di Media Online BE 1 Lampung dan Sinar Lampung. 

Selain itu, Amrullah juga telah membuat pernyataan maaf dalam keterangan pers yang telah disebarkan melalui dua media tersebut sesuai dengan redaksi yang diminta pelapor Donny Leimena. 

Namun, pada 7 Juni 2021 Penyidik dari Polda Lampung telah melimpahkan Tahap 2 (Dua) P21 Perkara Tersangka kepada Kejaksaan Tinggi Lampung, padahal pada tanggal 7 Juni 2021 Amrullah, masih dimintai keterangan tambahan. 

Saksi Ahli Eddy Rivai, M.H. dalam persidangan sebelumnya mengatakan bahwa Amrullah sebagai narasumber tidak dapat dipidanakan. Seharusnya yang dapat dipidana adalah Saksi selaku Admin atau Redaktur Media Online BE 1 Lampung. 

Pasalnya, dialah yang melakukan pendistribusian berita yang diduga atau didakwakan sebagai berita hoaks. Sementara, Amrullah sebagai narasumber tidak memenuhi unsur-unsur pasal yang didakwakan.

Selain itu, saksi ahli juga mengatakan bahwa Media Online BE 1 Lampung bukanlah Media Massa sebagaimana yang diatur dalam UU Pers dikarenakan Media Online BE 1 Lampung tidak terdaftar di Dewan Pers. 

"Sehingga, terdakwa Amrullah tidak pula dapat dikatakan selaku Penyebar atau Pendistribusi Berita Hoaks, karena tidak pernah menyebarkan atau mendistribusikan berita-berita hoaks di akun pribadinya sebagaimana yang diatur dalam UU ITE," jelasnya.