Ada 18 Dari 32 Kapal Yang Layani Nonmudik Selama Larangan Mudik

Kapolri bersama Ketua DPR RI dan para pejabat tinggi lainnya saat meninjau Pelabuhan Bakauheni dan Merak/Ist
Kapolri bersama Ketua DPR RI dan para pejabat tinggi lainnya saat meninjau Pelabuhan Bakauheni dan Merak/Ist

Selama larangan mudik, 6-17 Mei 2021, kapal yang beroperasi rute Pelabuhan Bakauheni-Merak ada 18 kapal. Hari biasa, 32 kapal per hari.


“Kapal sebanyak 32 itu rata-rata melayani 105-110 trip,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/5).

Kapolri mengatakan hal itu saat meninjau Pelabuhan Bakauheni bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau posko penyekatan Pelabuhan Bakauheni dan Merak.

Selain itu, ada pula dalam rombongan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Kapolri, dampak berkurangnya kapal fery adalah penurunnya jumlah penumpang dan kendaraan yang melakukan penyebrangan selama pelarangan mudik.

Kendaraan yang diijinkan nonmudik, logistik, perjalanan dinas. “Perhari hanya 3.245 kendaraan, yang hanya mengangkut logistik dan barang ekspedisi,” tandas Kapolri.

Setelah melakukan peninjauan di Bakauheni, Kapolri bersama rombongan kemudian terbang ke posko penyekatan di Pelabuhan Merak, Banten.

Dilaporkan kepada Kapolri, jumlah personel gabungan yang melakukan pengamanan di Merak, sebanyak 2.506 yang terbagi dalam 19 pos pelayanan, 5 pos pengamanan dan 24 pos penyekatan.

“Operasi ketupat ini bertujuan untuk mencegah perpindahan virus atau penyebaran virus. Maka diperkuat protokol kesehatannya,” pesan Kapolri.

Beberapa tempat wisata di Banten, seperti pantai Anter, Carita dan Labuan dilakukan pengamanan dan penyekatan untuk mengontrol wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan. Kapolri, memerintahkan agar tempat wisata yang berada di zona merah untuk ditiadakan alias ditutup.

“Penyekatan kegiatan masyarakat yang melakukan wisata, di wilayah zona merah tempat wisata di tiadakan,” ujar Kapolri.

Di samping itu, ia meminta agar dilakukan pengecekan secara acak bagi masyarakat yang berwisata. Kapolri meminta kepada seluruh pengelola hotel agar selalu menegakan disiplin prokes.