Ada Bukti Pelanggaran Kode Etik Rekrutmen KPU Di Lampung




Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Lampung tak menemukan adanya dugaan jual beli kursi jabatan anggota KPU Tulangbawang. Namun, soal dugaan pelanggaran kode etiknya, ada bukti.

Hal itu dikatakan kuasa hukum pelapor (Budiono) Candra Mulyawan di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Jagabaya III, Wayhalim, Kota Bandarlampung, Kamis (19/12).

"Tidak terlalu sulit membuktikan pelanggaran etiknya," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung setelah menghadiri sidang yang melibatkan komisioner Bawaslu Lampung Esti Nur Fatonah.

Jika pidana, kata dia, tak ada memang bukti serah terima uang kepada Esti Nur Fatonah, tapi pelanggaran etik diperkuat dengan alat bukti kita.

Menurut Budiono, hak terlapor, Esti Nur Fatonah membantah adanya pertemuan pada tanggal 3 November di Kamar 7010 Swiss Belhotel.

Namun, dia akan membawakan bukti screen shot panggilan video antara Gentur dan Viza ketika Gentur, Lilis dan Esti berada di kamar 7010 Swiss Belhotel.

Budiono meminta seluruh masyarakat untuk ikut mengawal kasus ini hingga selesai.

"Kita bareng-bareng mengawal proses ini, karena setelah ini ada hajat yang lebih besar, yakni harus memilih pemimpin, kita awali dengan penyelenggara yang memiliki integritas," ujarnya.