Ada Selisih Rp6 Miliar, Rusmaldi Kembali Hadir Di Sidang Mustafa

Rusmaldi kalian Ncus memberikan laporan kepada Majelis Hakim/ Faiza Ukhti
Rusmaldi kalian Ncus memberikan laporan kepada Majelis Hakim/ Faiza Ukhti

Ada selisih Rp6 Miliar dana yang terkumpul dari rekanan yang belum diketahui lari kemana pengeluarannya yang terungkap dalam sidang kasus suap dan gratifikasi Mustafa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandarlampung, Kamis pekan lalu (4/2).


Sehingga majelis hakim meminta Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Lamteng, Rusmaldi alias Ncus untuk membawa laporan pendapatan dan pengeluaran uang hasil fee proyek dalam sidang, Kamis (11/2).

Rusmaldi adalah orang yang menerima, memberikan dan mengelola uang hasil setoran rekanan proyek jalan di Lampung Tengah atas perintah Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Taufik Rahman dan Mantan Bupati Lamteng Mustafa. 

Rusmaldi membawa 10 rangkap laporan yang kemudian diserahkan kepada majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dan Pengacara Mustafa. 

Namun, laporan ini ditolak oleh majelis hakim lantaran dinilai tidak jelas. Kemudian, Rusmaldi kembali diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan laporan yang rinci. 

"Diberikan waktu satu minggu lagi, ini gak jelas laporannya, karena kami akan menghitung, bisa dibandingkan dengan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," ujar majelis hakim ketua. 

Sebelumnya, Rusmaldi menyebut menerima uang Rp24,066.500.000 dengan pengeluaran Rp 18.140.000.000. Selisih Rp6 Miliar diakui Mustafa tak pernah diterima olehnya. 

Sementara itu, Rusmaldi mengaku tak tahu kemana larinya selisih uang tersebut. Ia mengaku hanya menerima dan mengeluarkan uang atas perintah Taufik Rahman. 

Sidang kali ini menghadirkan Taufik Rahman, dan tiga ASN lainnya yakni Andri Kadarisman, Aan Riyanto dan Heri Saputra.