Agar Mudah Dapatkan Madu Hutan, Warga Ibul Jaya Hulu Sungkai Budidayakan Lebah Trigona

Andre Setiawan (depan) di kebun Trigona Park tempat penangkaran Lebah Trigona/ Efriantoni
Andre Setiawan (depan) di kebun Trigona Park tempat penangkaran Lebah Trigona/ Efriantoni

Berawal dari pemikiran sederhana untuk bisa menjadi pengusaha madu dengan cara lebih efisien, Andre Setiawan (37) warga Desa Ibul Jaya Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara, memulai dari nol budidaya 'Trigona' dengan memanfaatkan ladang pekarangan miliknya.


Ia berpikir, betapa besar pengorbanan dan risiko ketika seseorang mencari dan memanen lebah Sialang di hutan. Mereka harus memanjat pohon, berhadapan dengan sengatan lebah yang tentunya penuh dengan resiko.

Melihat itu, pria gondrong ini menemukan ide untuk budidaya lebah Trigona, dengan harapan menghasilkan cuan (uang) untuk peningkatan ekonomi keluarga hingga masyarakat sekitar.

"Anda bisa bayangin, kalau kita cari mau madu di hutan pasti penuh dengan resiko tinggi. Maka muncul ide sederhana saya memulai mengembangkan madu Trigona ini. Ini juga dengan belajar secara autodidak," jelas Andre, ditemui di kebun Trigona Park tempat penangkaran Lebah Trigona, Rabu (22/6).

Mimpi besar dari dalam lubuk hatinya adalah, bagaimana caranya masyarakat sekitar dapat menjadi bagian dalam mengembangkan madu Trigona. Tidak lain hanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Secara analisa dijelaskannya, jika dua dusun dalam setiap rumah milik masyarakat bisa memanfaatkan 2 Lok (kotak) sarang lebah Trigona. Maka kalau kali kan 500 rumah berarti ada 1000 log (kotak) yang dimanfaatkan.

Jika proses ini bisa dijalankan dengan baik, nantinya setiap bulan dalam 1 Lok nya akan menghasilkan minimal 1 liter madu dan kalau dikalikan 2 Lok, maka dalam satu bulan itu mampu menghasilkan 1000 liter madu yang dihasilkan masyarakat dari dua dusun, dan hasilnya sudah tentu untuk masyarakat itu sendiri.

"Dengan begitu kan udah mengangkat perekonomian dan menjadi wilayah percontohan juga, harapannya gitu. Pengennya masyarakat di dua dusun, bisa membudidayakan dua kotak dalam satu rumah milik warga di dua dusun di Desa Ibul Jaya ini," ucap dia.

"Bisa dibayangkan kalau setiap bulan Desa kita ini mampu menghasilkan 500 mliter." tambahnya seraya tersenyum penuh optimisme.

Saat ini ia masih fokus bagaimana cara merawat Trigona menjadi lebih baik dengan harapan hasil baik dan tentunya pemasaran yang baik.

"Kemarin total ada sekitar 50 lebih botol yang sudah yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Dalam satu botol berukuran 250 Mililiter di jual dengan harga Rp.250.000. hal ini karena keterbatasan kemampuan produksi lebah yang masih rendah," katanya.

Adapun kemudahan budidaya Lebah Trigona diantaranya tidak menyengat, prosea pengembangan lebih mudah karena didaratan, panen lebih mudah dan berkhsiat untuk kesehatan.

"Sepengetahuan saya, madu Trigona ini memiliki kandungan Anti Fungi, anti Bakteri, Anti Oksidan dan kandungan zat Propolis yang kaya akan nutrisi. Catatannya kalau madu murni itu tidak ada kadaluarsa," ujarnya.

Dirinya mengakui bahwa saat ini masih terkendala pada permodalan, namun keadaan itu tidak menjadi suatu alasan untuk mundur dari tanjakan. "Pokonya terus berusaha dan usaha. Karena yakin saja akan ada hasil dalam setiap usaha," pungkas Andre sambil tersenyum.