Akhir September, Berkas Perkara Tahap Dua Penggelapan Dana BPBD akan Dilimpahkan

Kajari Bandarlampung, Abdullah Noer Deny/ Tuti
Kajari Bandarlampung, Abdullah Noer Deny/ Tuti

Direncanakan akhir September pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus dugaan penggelapan dana gaji oleh Bendahara BPBD Bandarlampung. 


"Jadi masih menunggu hasil penelitian dari Penuntut Umum. Karena, berkas itu cukup atau masih kekurangan alat bukti, diketahui dari hasil penelitian perkara oleh Penuntut Umum," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Abdullah Noer Deny, Selasa (28/9). 

Walaupun begitu, Deny akan mengupayakan pelimpahan berkas perkara tahap dua akan dilakukan September mendatang. 

"Diusahakan akhir bulan ini selesai. Jadi nanti tinggal pelimpahan ke Pengadilan," ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Erik Yudistira mengaku penyidik masih berusaha menyimpulkan kasus tersebut, pihak-pihak terkait juga sudah dimintai keterangan. 

"Ada sekitar 13 yang sudah dimintai keterangan. Termasuk tersangka Kristanti," jelasnya. 

Mantan Bendahara BPBD Kota Bandarlampung, Krissanti telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan Lapas Perempuan berdasarkan surat perintah penahanan Nomor: PRINT-4931/I.8.10/Fd.I/08/2021 tanggal 16 Agustus. 

Krissanti dituduh atas penggelapan gaji honorer BPBD Kota Bandarlampung lebih dari Rp 332 juta. Atas tindakan tersebut tersangka disangkakan melanggar pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 atau pasal 8 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.