Akibat Covid-19, Pencucian Alat Salat Naik 50 Persen

 Akibat Covid-19, pencucian alat salat naik hingga 50 persen. Seperti dialami Iswanti, pemilik penatu 115 Laundry.


Dia mengatakan dalam sehari dari 5 cabang toko penatunya itu bisa mencapai 50 kg.

"Akibat wabah Covid-19, kebetulan banyak yang laundry alat salat seperti mukenah dan sajadah. Sehari bisa 50 kg dari 5 toko. Kenaikan hingga 50 persen dari biasanya," kata Iswanti saat hubungan via Telpon, Selasa (7/4).

Namun, terjadi penurunan untuk pencucian baju biasa,
lantaran banyak pelajar dan mahasiswa yang pulang ke kampung halaman.

"Kebanyakan pelajar dan mahasiswa pada pulang, jadi
kita ikut penurunan," jelasnya.

Menurutnya, kelima toko penatu yang ia memiliki menggratiskan mencuci alat salat.

"Sudah dari tahun 2015, untuk laundry alat salat kami gratiskan. Namun kalau sarung itu kami batasi, soalnya ada indikasi dipakai bapak-bapak," jelasnya.

Tambahnya sebelum ada Covid-19, ia telah menggunakan anti kuman atau anti bakteri untuk mencuci.

"Kami juga kalau nyuci tidak digabung dengan baju orang atau bye order. Dalam pengerjaan kita pisah antara baju putih dan celana jeans," ujarnya.

Lanjutnya, setrika yang digunakan adalah setrika uap
bukan lagi setrika listrik. "Kelebihan strika uap lebih licin, tidak akan
mutung di baju, dan lebih cepat karena yang diambil uapnya," jelasnya.

Saat ini 115 Laundry yang terletak di Jalur 2 Kopri Jl
Ryacudu Bandarlampung memberikan promosi antar jemput pakaian untuk wilayah
Sukarame. "Kalau mau nyuci tinggal hubungi nomor telpon
082183061258," ujarnya.