Akibat Perdagangan Antar Provinsi, Puluhan Sapi di Lampung Suspek PMK

Pengecekan kesehatan hewan ternak/ Tuti
Pengecekan kesehatan hewan ternak/ Tuti

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung mencatat sebanyak 41 ekor sapi yang ada di dua kabupaten suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). 


Dua kabupaten tersebut yakni Tulang Bawang Barat ada 23 ekor sapi suspek PMK dan 18 ekor sapi di Mesuji. Semuanya merupakan kontak erat dengan sapi yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu.

Kemudian, untuk total yang positif terjangkit PMK ada 11 ekor sapi, dan masing-masing berasal dari Kabupaten Tulang Bawang Barat 6 ekor dan Mesuji 5 ekor.

"Untuk ternak sapi yang masuk kedalam kategori suspek tersebut juga dilakukan desinfeksi, lalu kita isolasi dan diberikan vitamin sebagai penguat agar sapi tetap bertahan hidup dan tidak menular," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Lili Mawarti, Senin (16/5). 

Puluhan sapi yang terjangkit dan suspek PMK diduga tertular dari perdagangan atau pemasukan ternak antar provinsi, sehingga para peternak harus meningkat kebersihan kandang, tidak membeli atau memasukan ternak dari luar daerah terutama dari daerah yang sapinya ada kasus PMK.

"Tim sedang melakukan investigasi terus-menerus dilapangan lalu pemerintah juga sudah menerbitkan surat edaran yang salah satunya perintah gubernur untuk memperketat lalu lintas ternak dan produknya," kata dia.

"Bukan tidak boleh ya tapi kita khawatirkan ada penjualan ternak yang sakit sehingga menular ke sapi daerah lain, jadi dihimbau untuk lebih bersih dan selektif. Kami juga minta kepada para peternak untuk segera lapor kepada petugas jika ternaknya menunjukkan gejala PMK," tutupnya.