Akibat PMK, Satgas Pangan Bandar Lampung Sebut Harga Sapi Naik

Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung, I Kadek Sumartha/Tuti
Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung, I Kadek Sumartha/Tuti

Tim satgas pengan Kota Bandar Lampung melakukan sidak ke sejumlah lapak penjual hewan kurban. Tim melakukan sidak di Jalan Rasuna Said dan Way Halim.


Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha mengatakan akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Berdasarkan hasil sidak, harga sapi mencapai Rp18,5-33 juta per ekor. Harga tersebut naik sekitar 10 persen dari harga sebisanya. 

"Harga sapi mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Mungkin itu salah satu penyebab adanya PMK, namun harga kambing masih stabil yakni Rp2-4 juta per ekor," kata I Kadek Sumartha, Rabu (6/7). 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, Agustini menyebutkan walaupun ada PMK, stok hewan kurban masih mencukupi. 

"Stok hewan kurban cukup, sapi ada 800 ekor, sementara kambing 2 ribuan ekor. Ada hewan kurban dari luar daerah, tapi sudah lama di Bandar Lampung sehingga aman PMK," ujarnya. 

Penjual hewan kurban, Supriyanto mengatakan belum ada peningkatkan pembeli di H-4 Idul Adha. Masih terjual 15 ekor kambing. 

"Biasa rame itu H-2 Idul Adha. Semoga stok 37 ekor ini bisa terjual semua," jelasnya.