Aksi Kelima, PMII Terus Desak DPRD Lampung Tolak UU Cipta Kerja

PMII menggelar aksi kelima menolak Omnibus Law Cipta Kerja/ RMOLLampung
PMII menggelar aksi kelima menolak Omnibus Law Cipta Kerja/ RMOLLampung

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus berkomitmen memberikan tekanan kepada DPRD Lampung agar mengeluarkan pernyataan sikap penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja.


"Ini aksi PMII yang Kelima. Aksi PMII yang pertama dilakukan Jumat (9/10) hasilnya nihil, dilanjutkan Senin (12/10) juga nihil dan Ketua Dewan tidak menyambut kami. Kemudian disambung kembali pada keesokan harinya yakni Selasa (13/10) kami mendapatkan perkataan yang tidak baik yakni "kencing kalian belum lurus" selanjutnya Kamis  (15/10) kami melakukan aksi diam," kata Ketua Pengurus PMII Lampung, Akhmad Hadi Baladi Umma, Jumat (16/10).

Gerakan yang telah dilakukan terus-menerus ini tak membuat DPRD Lampung bergeming, justru pada aksi ketiga, PMII malah mendapat respon yang deskriminatif dari pihak DPRD.

Ia mengatakan PMII sudah melakukan beberapa kali gerakan masa dalam menolak undang-undang Cipta Kerja dan ini yang kelima kalinya. Namun, sampai saat ini belum menuai hasil yang positif atas gerakan ini.

"Terlepas dari dinamika tersebut PMII Lampung akan terus berfokus pada komitmen awal gerakan yaitu mendesak ketua DPRD Lampung untuk turut serta menolak UU Cipta Kerja yang dinilai tidak pro terhadap masyarakat, lebih condong mengakomodir kepentingan para investor," katanya.