Aksi Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Bongkar Satu Lapis Kawat Berduri di DPRD Lampung

Mahasiswa berusaha membongkar kawat berduri di depan DPRD Lampung / Faiza
Mahasiswa berusaha membongkar kawat berduri di depan DPRD Lampung / Faiza

Massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil membongkar satu baris kawat berduri di pintu masuk Dewan, Kamis (15/9).


Mereka merasa kecewa lantaran disambut dengan dua lapis kawat berduri saat ingin menyampaikan aspirasi penolakan kenaikan BBM kepada DPRD Lampung. 

Selain itu, sudah lebih dari satu jam mereka meminta agar diizinkan masuk, tapi tidak digubris pihak kepolisian yang berjaga.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, para mahasiswa menarik kawat berduri beramai-ramai dan menggesernya ke samping.

Mereka juga berhasil mengangkat portal di pintu masuk DPRD Lampung. Namun massa aksi kembali mundur, duduk rapi di dekat mobil komando dan memilih menyampaikan aspirasinya dengan damai.

"Kerangkeng yang dipasang pihak kepolisian tidak cukup untuk menghalangi kita kawan-kawan. Suara rakyat tidak bisa dibendung," ujar salah satu orator.

Para mahasiswa masih bernegosiasi dengan aparatur kepolisian agar diberikan izin masuk ke halaman kantor DPRD Lampung. Mereka juga mendesak Ketua dan Anggota Dewan turun menemui mereka di halaman.

"Kami tegaskan tidak ada negosiasi di dalam, ketua dewan harus ke sini. Sidang rakyat akan digelar di sini," tegas mereka.