Ambulan Angkut 332 Meteran Listrik, DPRD Pesibar Panggil PLN Dan Pemkab




DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) memanggil pihak PLN dan Pemkab Pesibar terkait adanya mobil ambulan dipakai buat bawa 332 KWH dan tiga gulung kabel.

Komisi 1 dan 2 menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing tersebut di Ruang Rapat Komisi 2, Senin (27/4), pukul 10.00 WIB

RDP akan mendengar penjelasan pimpinan PT PLN Rayon Liwa dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pesibar tentang hal itu.

Mobil ambulan plat BE-9245-XZ yang dipakai membawa meteran listrik itu milik Pekon Bumiratu, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat.

Selain pakai mobil ambulan, KWH dan tiga gulung kabel listrik juga dibawa mobil pikep merk Daihatsu jenis Grand Max plat BE-8721-CR.'

Satreskrim Polres Lampung Barat mengamankan kedua mobil dan tujuh orang yang diduga terlibat dalam usaha jasa penunjang tenaga listrik tanpa izin.

Mereka diciduk di Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat, Senin sore (20/4).

Lokasi penangkapan dekat Kantor PLN Rayon Liwa, Kabupaten Lampung Barat.

Mereka yang diperiksa aparat kepolisian lima warga Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat: Iz, Zai, Ari, Sa, dan Hen.'

Sisanya, dua warga Pekon Wates, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat : Kar dan Sis.

Mereka diduga melanggar Pasal 53 jo Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang RI No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Pihak kepolisian masih memeriksa dan belum ada yang dinyatakan tersangka dari ketujuh orang yang diamankan.

Menurut Kasatreskrim AKP Made Silpa Yudiawa dan Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyadi, SIK, MH, mereka masih diduga melanggar Pasal 53 jo Pasal 25, ayat (1), UU RI No.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

'Tahun lalu, Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal pernah berpesan kepada seluruh peratin agar memanfaatkan mobil ambulan pekon secara amanah.