Anak di Bawah Umur di Punduh Pedada Alami Pelecehan Seksual oleh Kawan Ayahnya

Hipni Idris/ Ist
Hipni Idris/ Ist

SL, pria berusia 48 tahun, yang berprofesi sebagai buruh tani, warga Kecamatan Punduh Pedada, mendatangi Polres Pesawaran pada 21 Januari 2022. Ia melaporkan dugaan tindakan asusila yang dialami anaknya yang masih di bawah umur.


Dalam laporan tertulis bernomor LP/B/55/I/2022/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG itu juga turut disebut tindakan tak bermoral itu terjadi pada Kamis (6/1) sekira pukul 01.00 Wib di rumah pelapor.

Hal itu juga dibenarkan Hipni Idris. Keluarga korban sekaligus tokoh masyarakat Kecamatan Punduh Pedada itu mengatakan kejadian bermula saat terlapor mendatangi rumah SL pada Rabu (5/1) sekira pukul 17.00 Wib.

"Kejadian berawal saat terlapor inisial BN yang merupakan sahabat baik pelapor mendatangi rumahnya pada Rabu 5 Januari 2022 sekitar pukul 17.00 Wib," kata Hipni, mengutip laporan resmi kepolisian setempat, Minggu (23/1).

Kemudian, lanjut Hipni, pelapor SL meninggalkan rumahnya pada pukul 22.00 Wib, dan pulang pada Kamis 6 Januari pukul 01.00 Wib. BN menginap di rumah itu kemudian melancarkan aksi bejatnya saat orang tua korban ke luar rumah.

"Sekembalinya pelapor, mendapati anaknya belum tidur dan menanyakan kepada BN, kemudian BN menjawab habis diantarkan ke toilet untuk buang air," tuturnya.

Sabtu 8 Januari, perangai sang anak mulai tidak wajar dan terlihat ketakutan. Saat ditanya oleh pelapor yang tak lain adalah ayah kandungnya, korban mengaku telah dilecehkan.

Atas dugaan tindak pidana asusila itu, mantan anggota DPRD Pesawaran tersebut, meminta aparat penegak hukum untuk terus melanjutkan proses hukum sesuai aturan yang berlaku sehingga memberikan efek jera bagi terduga pelaku.

"Kami mewakili keluarga korban meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut persoalan ini guna memberikan keadilan kepada keluarga maupun korban," pungkasnya.