Aliza Tepis Terpilih Jadi Direksi LJU Karena Golkar

Aliza Gunado Ladony/Foto Ist
Aliza Gunado Ladony/Foto Ist

Aliza Gunado Ladony (40) salah seorang yang terpilih jadi direksi BUMD Lampung. Mantan Waketum PP AMPG itu dituding terpilih karena main mata dengan seniornya di Partai Golkar.


Pemuda kelahiran Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah ini membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan murni lulus tes uji kompetensi keahlian (UKK) oleh lembaga profesional dari Jakarta.

"Saya yakin lembaga tersebut memiliki tim assesment profesional yang merupakan konsultan profesional," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa malam (6/10).

Dijelaskannya, dalam Permendagri 37 Tahun 2018, pasal 6, poin K, syaratnya, para calon direksi tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah, dan calon legislatif.

"Saya sebelum mendaftar sudah lama tak lagi menjadi pengurus partai politik di pusat maupun daerah," kata pemuda yang kini berdomisi di Jakarta.

Jabatannya sebagai wasekjend DPP AMPG dari 2016 sampai Munas Golkar 2017. Sebagai pengurus DPD Golkar Lampung, Aliza sudah mundur sejak 17 April lalu. 

Berdasarkan pengakuannya, setelah sekian tahun berkiprah secara nasional, saatnya berbakti dan berusaha seoptimal mungkin untuk membangun Lampung melalui BUMD.

"Sebagai putra asli dari Lampung, saya memohon dengan sangat kepada beberapa pihak atas doa, restu serta kerjasama smua pihak untuk Lampung yang kita cintai.

Hasil seleksi, direksi PT Lampung Jasa Utama yakni Aliza Gunado, Arvi Jatmiko,  Bambang Mursalin, dan Mustopa Endi Saputra HSB.

PT Wahana Rahardja adalah Alamsyah, Antoni Ludfi Arifin, dan Bolly Iskandar. Sedangkan PT Lampung Energi Berjaya yang lulus adalah Budi Kurniawan dan Hermawan Eriadi.