Anak Perusahaan CV Bumi Waras Lampung dan 26 Perusahaan Minyak Goreng Disidang KPPU

sidang perdana terkait dugaan kartel minyak goreng yang dilakukan oleh 27 perusahaan minyak goreng di Kantor KPPU pusat, Kamis (20/10)/dok KPPU
sidang perdana terkait dugaan kartel minyak goreng yang dilakukan oleh 27 perusahaan minyak goreng di Kantor KPPU pusat, Kamis (20/10)/dok KPPU

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang perdana terkait dugaan kartel minyak goreng yang dilakukan oleh 27 perusahaan minyak goreng di Kantor KPPU pusat, Kamis (20/10).


Termasuk di antaranya, anak perusahaan CV Bumi Waras yakni PT Tunas Baru Lampung.

Kepala Panitera Ahmad Muhari menyampaikan, para terlapor diduga melakukan pelanggaran ketentuan pasal 5 dan Pasal 19 huruf c Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Penjualan Minyak Goreng Kemasan di Indonesia (Perkara Minyak Goreng).

"Dugaan pelanggaran pasal 5, para terlapor secara bersama-sama menaikkan harga minyak goreng kemasan pada periode bulan Oktober 2021-Desember 2021 dan periode bulan Maret 2022-Mei 2022, sebagaimana diuraikan lengkap dalam Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang disampaikan," jelas Ahmad Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Selanjutnya dugaan pelanggaran pasal 19 huruf c, para terlapor diduga melakukan pembatasan peredaran dan atau penjualan minyak goreng kemasan yang terjadi secara serentak dalam waktu yang sama pada periode bulan januari 2022 hingga mei 2022, sebagaimana diuraikan secara lengkap dalam LDP yang disampaikan.

Setelah pembacaan LDP oleh Investigator, Majelis Komisi memberikan waktu bagi Para Terlapor untuk mempelajari laporan tersebut dan dapat memberikan tanggapan pada sidang berikutnya yang diagendakan pada Senin, 7 November 2022.

"Dengan agenda mendengar Tanggapan dari Para Terlapor atas LDP yang disampaikan Investigator Penuntutan KPPU," jelasnya.

Berikut 27 perusahaan yang jadi terlapor dalam kasus ini:

1. PT Asianagro Agungjaya sebagai Terlapor I

2. PT Batara Elok Semesta Terpadu sebagai Terlapor II

3. PT Berlian Ekasakti Tangguh sebagai Terlapor III

4. PT Bina Karya Prima sebagai Terlapor IV

5. PT Incasi Raya sebagai Terlapor V

6. PT Selago Makmur Plantation sebagai Terlapor VI

7. PT Agro Makmur Raya sebagai Terlapor VII

8. PT Indokarya Internusa sebagai Terlapor VIII

9. PT Intibenua Perkasatama sebagai Terlapor IX

10. PT Megasurya Mas sebagai Terlapor X

11. PT Mikie Oleo Nabati Industri sebagai Terlapor XI

12. PT Musim Mas sebagai Terlapor XII

13. PT Sukajadi Sawit Mekar sebagai Terlapor XIII

14. PT Pacific Medan Industri sebagai Terlapor XIV

15. PT Permata Hijau Palm Oleo sebagai Terlapor XV

16. PT Permata Hijau Sawit sebagai Terlapor XVI

17. PT Primus Sanus Cooking Oil Industrial sebagai Terlapor XVII

18. PT Salim Ivomas Pratama, Tbk sebagai Terlapor XVIII

19. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT Smart Tbk) sebagai Terlapor XIX

20. PT Budi Nabati Perkasa sebagai Terlapor XX

21. PT Tunas Baru Lampung, Tbk sebagai Terlapor XXI

22. PT Multi Nabati Sulawesi sebagai Terlapor XXII

23. PT Multimas Nabati Asahan sebagai Terlapor XXIII

24. PT Sinar Alam Permai sebagai Terlapor XXIV

25. PT Wilmar Cahaya Indonesia, Tbk sebagai Terlapor XXV

26. PT Wilmar Nabati Indonesia sebagai Terlapor XXVI

27. PT Karyaindah Alam Sejahtera sebagai Terlapor XXVII.