Anak Singkong Menunggu Perda Sambil Mimpi Berjaya


MENDIANG Arie Wibowo sempat mempopulerkan lagu "Singkong dan Keju" tahun '80-an. Potret wong deso dan kaum borjuis kota. Setelah 40 tahunan, nasib anak singkong malah makin terpuruk.

Awal tahun ini, anak singkong gusar terbantingnya harga singkong dari biasanya Rp1200/kg jadi Rp800/kg itu pun harus dipotong 25 persen alasan kadar air (rafaksi) oleh perusahaan penampung singkong. 

Dengan harga jual Rp800 per kg dipotong kadar air, petani tidak pulang modal. Satu hektare hasil panen singkong, setelah dikurangi biaya panen dan ongkos angkut, sisanya Rp500 ribu sampai Rp600 ribu.

Banyak pula petani singkong yang terpaksa menjual kepada tengkulak, lantaran panjangnya antrean ke pabrik. Harganya lebih murah lagi, Rp700-Rp 750/kg dipotong kadar air rata-rata 25%, dan upah bongkar muatnya.

Singkat kata nasib petani singkong terpuruk. Setelah sewa lahan, membajak, memupuk, dan merawatnya selama hampir setahun, hasilnya tak sesuai dengan pengorbanan mereka.

Bagi para perusahaan penampung singkong wajar harga tersebut bukan masalahnya. Petani mau jual syukur, tak jual tak apa-apa. Perusahaan rata-rata sudah punya sendiri kebon singkong luas-luas.

Para anak singkong menjerit dan cuma bisa berharap didengar para pemimpinnya yang pernah juga datang berharap suara hingga pelosok kampung mereka yang kini sudah bersafari dan kopiah hitam. 

Lumayan, sempat masih ada wakil rakyat yang menangkap jerit keluarga petani singkong. Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) mengkritik sikap Gubernur Arinal Djunaidi atas anjloknya harga singkong.

Gubernur Lampung statemennya seperti ayam sayur, masa petani disuruh berhenti nanem singkong dan perbaikan infrastruktur. Petani singkong ya nanemnya singkong, ujarnya di Ruang Rapat Komisi II, Senin (8/3).

Mantan aktivis tersebut lalu memaparkan solusi di tingkat kebijakan. Dia mengusulkan DPRD Lampung mendorong gubernur membuat surat ke Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI.

Selanjutnya, Komisi II akan membuat pansus harga singkong serta peraturan daerah (perda) untuk menginisiasi nasib para pejuang singkong di Provinsi Lampung.

Sebelumnya, Gubernur Arinal mengatakan tak akan intervensi menstabilkan harga singkong. Dia akan memperbaiki infrastruktur jalan akses pengangkutan singkong. Arinal minta petani kurangi tanam singkong.

Namun akhirnya, Gubernur Arinal berunding dengan perusahaan penampung singkong di Mahan Agung, Kota Bandarlampung, Rabu (24/03/21). Pemerintah dan pengusaha sepakat harga singkong Rp900/kg dan rafaksi maksimal 15%.

Rapat dihadiri sejumlah pejabat daerah serta para pengusaha seperti dari PT. Budi Starch & Sweetener Tbk. Group, PT. Darma Agrindo, PT. Florindo Makmur, dan CV. Gajah Mada Internusa.

Namanya juga kesepakatan lisan dan tanpa sanksi, petani singkong tetap saja harus menerima harga naik sedikit tapi rafaksinya ditambah ina-inu yang lain harga kesepakatan dipotong tetap kisaraan 25%-30%. 

Artinya, anak singkong belum bisa mencicipi nikmatnya keju dari kesepakatan harga singkong tersebut. Singkongnya tetap yang jadi kambing hitamnya: kadar air, singkong banyak tanah, ada bonggol, bla bla bla.

Perda Singkong

Bagaimana dengan perda terkait harga singkong yang diwacanakan para wakil rakyat? Alhamdullilah belum terlihat "hilalnya" hingga mau Lebaran Idul Fitri 1442 H ini.

Menurut Ketua Komisi III DRPD Lampung Ikhwan Fadil Ibrahim, Rabu (21/4/2021), pansus harga singkong tetap akan dibentuk kemudian baru merancang peraturan daerah (Perda) tentang harga dan tata niaga singkong.

Petani singkong harap bersabar, ini bulan puasa. Pansus dan perdanya barangkali masih ikut berpuasa pula. Mimpi petani berjaya disimpan dulu buat tidur siang, siapa tahu, ada keajaiban.

Biar mimpinya semakin indah, kembali kita senandungkan saja lirik lagu "Singkong dan Keju": 

Kau bilang cinta padaku

Aku bilang pikir dulu

Selera kita

Terlalu jauh berbeda

Parfummu dari Paris

Sepatumu dari Italy

Kau bilang demi gengsi

Semua serba luar negeri

Manakah mungkin mengikuti caramu

Yang penuh hura-hura

Aku suka jaipong kau suka disko

Oh oh oh oh

Aku suka singkong kau suka keju

Oh oh oh oh

Aku dambakan seorang gadis yang sederhana

Aku ini hanya anak singkong

Aku hanya anak singkong ...

* wartawan