Ancaman Siber pada Pengguna Internet Hampir 43 Juta

Ist
Ist

Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus menyampaikan sepanjang 2021 terpantau sebanyak 42.983.721 ancaman siber pada pengguna internet di Indonesia.

Angka hampir 43 juta ini meningkat 25 persen dari ancaman yang terdeteksi pada tahun 2020 sebanyak 34.516.232 ancaman.

“Peningkatan ancaman ini tentunya menjadi penting bagi kita untuk menjaga privasi data kita," kata Sekjwn Golkar ini, saat Webinar Merajut Nusantara yang diselenggarakan oleh BAKTI Kementerian Kominfo, Senin (23/5).

Bukan hanya itu, berdasarkan Data Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) jumlah serangan siber yang terjadi di Indonesia juga mengalami kenaikan yakni sebanyak 273.313.399 kali (Sepanjang Januari 2022).

“Jumlah serangan itu mengalami peningkatan hampir lima kali lipat dibandingkan seluruh anomali trafik yang dideteksi oleh BSSN selama Januari tahun 2021 yang mencapai kurang lebih 59 ribu kali," jelas Lodewijk.

Lanjutnya, untuk menghindari serangan dan ancaman siber tersebut perlu melakukan beberapa hal yakni ciptakan password yang kuat dan nyalakan verifikasi login, jangan sembarang percaya pada aplikasi pihak ketiga, lakukan detoks data, dan jaga selalu pin dan password.

Sementara, Dr Dedi Darwis dalam paparannya mengatakan information security mampu melindungi data pribadi yang ada di internet agar tidak dirusak oknum tak bertanggungjawab.

"Information security dapat diartikan sebagai perlindungan kepada informasi atau sistem informasi dari akses, penggunaan, gangguan, modifikasi, dan perusakan yang tidak diijinkan," tutupnya.