Anggito Jelaskan Polemik Dana Haji Untuk Infrastruktur Dan Utang Ke Arab Saudi

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu/Ist
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu/Ist

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menanggapi kabar tidak adanya ibadah haji tahun ini karena dana terpakai infrastruktur dan kabar adanya hutang ke Arab Saudi.


Kabar yang beredar tersebut menyebutkan bahwa dana haji yang disetorkan para calon jamaah haji telah digunakan pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur.  

Dalam penjelasannya lewat Radio Elshinta, Sabtu pagi ((5/6), Anggito Abimanyu mengklarifikasi sejumlah hal, termasuk penggunaan tabungan haji juga digunakan pemerintah untuk memuluskan berbagai proyek infrastruktur.

“Dana hajinya aman. Alhamdulillah, kami mengelolanya dengan prudent dan profesional. Bisa dilihat di laporan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang juga ada di website kami,” ujar mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal itu.

“Mohon dicek, apakah ada lokasi untuk infrastruktur? Ya, tidak ada,” sambungnya seperti yang juga dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Hal lain yang diluruskannya adalah kabar bahwa salah satu alasan pembatalan pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia tahun ini karena pihak Indonesia memiliki utang kepada pengelola haji di Arab Saudi.

“Dan, apakah ada utang kita kepada pihak ketiga, termasuk Arab Saudi? Ya, tidak ada juga,” katanya lagi.

Anggito Abimanyu menyarankan agar pihak-pihak yang tertarik mengetahui informasi mengenai pengelolaan dana atau tabungan haji dapat merujuk pada sumber informasi yang dapat dipercaya.

Antara lain website resmi juga akun-akun media sosial yang mereka miliki.

Adapun akun media sosial lain, terutama yang tidak dapat dikenali pengelolanya, sering kali menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab.