Anggota DPRD Soroti Telantarnya Tempat Kuliner Sekitar Kantor Gubernur

Tempat kuliner atau aset pemprov  yang telantar bertahun-tahun/ Vera Afrianti
Tempat kuliner atau aset pemprov  yang telantar bertahun-tahun/ Vera Afrianti

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terkesan menelantarkan aset berupa  tempat kuliner yang berada di Jalan Jaksa Agung RI R Soeprapto.


Aset tersebut berupa bangunan atau tempat kuliner bagi pedagang kaki lima yang ingin menjajakan dagangannya, dengan ketentuan tidak membuat kumuh sekitar Perkantoran Gubernur.

Perlu diketahui, tempat kuliner tersebut dibangun di masa kepemimpinan Gubernur Sjachroedin ZP sekitar tahun 2010 dengan sistem disewakan kepada pedagang. 

Tempat kuliner ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat setempat terutama para pedagang kaki lima atau pelaku UMKM yang ada di sekitar perkantoran Gubernur.

"Iya itu dibangun di zaman kepemimpinan Sjachroedin ZP untuk pedagang kaki lima dengan syarat disewakan dan tetap rapi serta aman," kata Anggota DPRD Lampung Watoni Noerdin, Selasa (9/11).

"Nah, ketika di masa kepemimpinan itu tempat kuliner dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima dan Alhamdulillah antusias masyarakat tinggi serta berjalan dengan lancar, aman dan rapih," ujarnya.

Namun, seiring bergantinya masa kepemimpinan tempat kuliner tersebut tidak diperbolehkan lagi untuk dimanfaatkan  para pedagang kaki lima.

Sehingga, dari tahun ke tahun tempat kuliner tersebut terbengkalai karena tidak ada yang melanjutkan kembali pengelolaan aset tersebut dan justru terlihat kumuh dan berbau besi tua.

"Sekarang tidak diperbolehkan, tidak tahu kenapa dan siapa yang bertanggungjawab dan akhirnya pedagang menjadi membaur berdagang di trotoar dan malah justru ini membuat lokasi di sekitaran pemprov  terlihat menjadi kumuh," katanya.