Anggota Komisi III DPR Jawab Kabar Pergantian Jaksa Agung

Jaksa Agung St Burhanudin/Net
Jaksa Agung St Burhanudin/Net

Politisi PDIP Arteria Dahlan membantah kabar akan dicopotnya St Burhanudin dari kursi Jaksa Agung.


Politisi yang juga Anggota Komisi III DPR itu menegaskan bahwa St Burhanudin adalah sosok Jaksa Agung yang terbaik.

Selama bekerja menjadi Jaksa Agung, Arteria menunjukkan kesungguhannya dalam memperbaiki institusi kejaksaan.

"Justru beliau jaksa agung yang terbaik, yang mampu memperlihatkan kesungguhannya untuk memperbaiki institusi kejaksaan," demikian dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/2).

Arteria menyayangkan kabar yang disampaikan salah satu elemen relawan Jokowi bahwa akan ada pergantian Jaksa Agung. Apalagi, St Burhanudin juga serius melakukan perbaika di internal kejaksaan.

"Kasihan beliau, diisukan mau diganti terus, padahal jaksa agung istiqomah dan memperlihatkan kesungguhannya tidak hanya dalam bekerja juga dalam mwmperbaiki internal kejaksaan," demikian kata Arteria.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa soal perombakan kabinet akan tetap ada. Bahkan katanya Presiden hanya menunggu waktu yang tepat.

Saat ditanyakan siapa saja yang akan dicopot, dia hanya memberi informasi soal tina nama pembantu Presiden yang bakal diganti.

Noel menyebutkan gamblang bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin adalah salah satu nama yang dipastikan dicopot.

Aktivis '98 itu menjelaskan alasan mengapa Jaksa Agung dicopot adalah diindikasikan terkait dengan mafia pupuk, mafia hukum dan mafia tanah.

"Dari yang tiga itu adalah Jaksa Agung, itu saja dulu. Kodenya yang berkaitan dengan mafia pupuk, mafia hukum, dan mafia tanah," demikian penjelasan Noel.

Noel kemudian menyampaikan wajah penegakan hukum di Kejaksaan Agung dengan mengirimkan sebuah gambar foto Jaksa Agung, terpidana kasus Jaksa Pinangki yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

ST Burhanuddin sendiri pernah menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Djoko Tjandra. Termasuk membantah bahwa dirinya pernah memerintahkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari untuk menemui pelaku korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Di hadapan wakil rakyat Komisi III September 2020 lalu, Burhanuddin mengaku dirinya hanya mengenal Andi Irfan Jaya saat bertugas di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Saat itu, Andi Irfan Jaya adalah aktivis LSM. Setelah melakukan pertemuan dengan Andi Irfan Jaya dan aktivis LSM itu Burhanudin menegaskan dirinya tak pernah bertemu.

Kejaksaan Agung saat ini sedang gencar melakukan penanganan dugaan mega korupsi di beberapa BUMN. Beberapa diantaranya, di BPJS Ketenagakerjaan dengan indikasi kerugian Rp triliun, PT Asabri senilai 23,7 triliun dan PT Jiwasraya diduga merugikan 16,8 triliun.