Angin Kencang, Puluhan Kapal Nelayan Cuma Bersandar di Dermaga Gudang Lelang

Kapal nelayan Gudang Lelang bersandar di dermaga akibat angin kencang/ Tuti Nurkhomariyah
Kapal nelayan Gudang Lelang bersandar di dermaga akibat angin kencang/ Tuti Nurkhomariyah

Angin kencang mulai dirasakan di Provinsi Lampung sejak beberapa hari, terutama siang hingga menjelang malam.


Angin kencang ini menyebabkan sejumlah nelayan di Gudang Lelang, Bandar Lampung tak melaut. Puluhan kapal nelayan cuma bersandar di dermaga. 

Kamin salah satunya. Ia mengaku sudah seminggu tidak melaut akibat angin kencang. 

"Kalau sekarang jarang ngelaut karena anginnya kencang. Paling kalau ngelaut cuma dipinggir enggak berani ke tengah," kata Kamin, Jumat (8/10). 

Menurutnya, karena melaut hanya dipinggir pantai maka pendapatan ikan juga mengalami penurunan. Biasanya bisa mencapai 2 ton, sekarang 1 ton saja tidak dapat. 

"Pendapatnya kurang karena anginnya kencang. 1 ton saja kurang sekarang," ujarnya. 

Secara terpisah, Kasi Data Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rudi Harianto mengatakan peristiwa angin kencang akan terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

"Untuk wilayah Lampung potensi angin kencang masih akan terjadi pada sore hari," jelasnya. 

Menurutnya, angin kencang sangat mungkin terjadi di seluruh wilayah Lampung, seperti Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat. Siklusnya, akan meluas mengikuti alur musim penghujan.

"Ada kemungkinan terjadi pula angin kencang dan suhu dingin di Lampung wilayah lainnya, seperti Bandar Lampung. Hanya saja, masih bersifat lokalan saja, tidak menyeluruh ke setiap daerah," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa melakukan langkah antisipatif guna menghindari bencana akibat angin kencang tersebut.

"Masyarakat bisa melakukan pemangkasan ranting dari pohon yang sudah tua ataupun rawan patah hingga memperkokoh kediaman serta menghindari daerah-daerah yang dirasa berbahaya saat terjadi angin kencang," jelasnya.