Angka Gizi Buruk Di Lampung Turun Hingga 1,08 Persen

Reihana/RMOLLampung
Reihana/RMOLLampung

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat tahun 2020 angka stunting atau gizi buruk 26,2 persen, sedangkan tahun 2019 angka stunting mencapai 27,28 persen. Artinya, terjadi penurunan 1,08 persen.


"Angka stunting kita sampai saat ini berada di angka 26,2 persen, sedangkan angka nasional berada di angka 27,2 persen jadi kita masih dibawah angka nasional," kata Kadiskes Lampung, Reihana, Rabu (21/10).

Ia mengatakan Lampung saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan. Di awal berada di angka 42,6 persen (Kemenkes RI, 2014). Tapi secara berlahan dan  bekerja keras secara konvergensi  angka stunting dapat turun.

"Yang perlu diingat untuk pencegahan stunting ini 30 persen saja yang spesifik berada di dinas kesehatan, jadi 70 persen ada di lintas sektor terkait. Jadi kalau kita berbicara stunting kita perlu duduk bersama dalam hal ini dibidangi oleh Bappeda karena bisa juga untuk memberikan arahan kepada lintas sektor terkait," terangnya.

"Jadi, untuk pencegahan stunting ini kita dari awal 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari sang ibu yang hamil, sampai anak 1.000 hari harus dilakukan intervensi," jelasnya.