Angka Kemiskinan di Pesawaran Naik Akibat Pandemi Covid-19

Rapat TKPK di Pemkab Pesawaran/ Rama
Rapat TKPK di Pemkab Pesawaran/ Rama

Upaya penurunan tingkat kemiskinan menjadi agenda pokok yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.


Menyikapi hal tersebut Pemkab Pesawaran telah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang ada di wilayah setempat pada tahun 2016 hingga 2020. Bahkan upaya itu telah berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 6 persen menyentuh angka 14 persen dari sebelumnya di angka 20 persen.

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengatakan pada periode pertama kepemimpinanannya angka kemiskinan menyenyuh 20 persen.

"Ternyata upaya menurunkan angka kemiskinan membutuhkan biaya yang tidak murah, terlebih Pesawaran ini kan menjadi daerah penyangga ibu kota provinsi," kata Dendi saat membuka rapat Tim koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) yang dihadiri Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim di Aula pemkab setempat, Senin (24/1).

Meski demikian, Dendi masih megatakam adanya kenaikan angka kemiskinan yang terjadi pada tahun 2021 sebesar 0,38 persen sehingga menyentuh angka 15,11 persen. Kenaikan jumlah itu disebabkan pandemi Covid-19. 

"Pandemi Covid-19 pada tahun 2021 sangat berdampak terhadap kenaikan angka kemiskinan," uajrnya.

Sementara, Ketua TKPK Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan upaya yang harus dilakukan pertama pengurangan beban pengeluaran masyarakat, kemudian peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat.

"Jadi mengurangi beban masyarakat dibarengi dengan menambah kemampuan, dua hal itu harus dilakukan untuk mencapai keseimbangan jaminan ekonomi mikro juga harus diberikan kepada masyarakat agar pertumbuhan ekonomi," kata Nunik, sapaan akrab Chusnunia Chalim

Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah pejabat forkopimda Pesawaran, Kepala Organisasi Perangkat Daerah serta Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan.