Ansor Lampung-BNI Latih Pendampingan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi 

Pelatihan Pendampingan UMKM Ansor Lampung bersama BNI/Faiza
Pelatihan Pendampingan UMKM Ansor Lampung bersama BNI/Faiza

Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Provinsi Lampung bekerjasama dengan BNI mengadakan Pelatihan Pendampingan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Hotel Kurnia 2, Kamis-Jumat (4-5/11).


Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan pendampingan UMKM dilakukan di 34 Provinsi dan Lampung menjadi provinsi ke-19.

Hal ini dilakukan agar anggota Ansor memiliki basic skill ekonomi, terutama di kondisi pandemi Covid-19 sehingga bisa membantu lingkungannya untuk bangkit. 

"Targetnya agar anggota punya wawasan berbisnis dan mencari jalan keluar dari krisis yang berkepanjangan. Ada banyak produk yang kita tawarkan bekerjasama dengan BNI, mulai dari KUR, dan membuka usaha pertashop," kata dia. 

Selain itu, pihaknya berusaha UMKM Ansor bisa terdata secara nasional dan terintegrasi dari Sabang sampai Merauke. Ke depan, diharapkan UMKM dapat berkembang sesuai sektornya masing-masing. 

"Kami punya mimpi membangun satu platform ekosistem jaringan UMKM Ansor, di situ ada data UMKM berdasarkan kluster usahanya, connect dnegan pembiayaannya, connect dengan market placenya dan dengan integrator teknologinya," kata dia. 

Pihaknya fokus memberikan pengetahuan mengenai modal usaha, pemasaran, pengembangan berbasis digital dan pengembangan kapasitas. 

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, ada 30 orang yang mengikuti pelatihan ini. Dua orang masing-masing mewakili 15 kabupaten kota di Lampung. 

Nantinya, pendamping yang dilatih bisa memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anggotanya di kabupaten kota. 

"Outputnya menjadi penggerak ekonomi di tingkat kabupaten kota di Lampung, UMKM yang didampingi akan diberikan kemudahan akses modal pemasaran, sehingga usahanya bisa berkembang," pungkasnya.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Provinsi Lampung bekerjasama dengan BNI mengadakan Pelatihan Pendampingan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Hotel Kurnia 2, Kamis-Jumat (4-5/11).

Wakil Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan pendampingan UMKM dilakukan di 34 Provinsi dan Lampung menjadi provinsi ke-19.

Hal ini dilakukan agar anggota Ansor memiliki basic skill ekonomi, terutama di kondisi pandemi Covid-19 sehingga bisa membantu lingkungannya untuk bangkit. 

"Targetnya agar anggota punya wawasan berbisnis dan mencari jalan keluar dari krisis yang berkepanjangan. Ada banyak produk yang kita tawarkan bekerjasama dengan BNI, mulai dari KUR, dan membuka usaha pertashop," kata dia. 

Selain itu, pihaknya berusaha UMKM Ansor bisa terdata secara nasional dan terintegrasi dari Sabang sampai Merauke. Ke depan, diharapkan UMKM dapat berkembang sesuai sektornya masing-masing. 

"Kami punya mimpi membangun satu platform ekosistem jaringan UMKM Ansor, di situ ada data UMKM berdasarkan kluster usahanya, connect dnegan pembiayaannya, connect dengan market placenya dan dengan integrator teknologinya," kata dia. 

Pihaknya fokus memberikan pengetahuan mengenai modal usaha, pemasaran, pengembangan berbasis digital dan pengembangan kapasitas. 

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, ada 30 orang yang mengikuti pelatihan ini. Dua orang masing-masing mewakili 15 kabupaten kota di Lampung. 

Nantinya, pendamping yang dilatih bisa memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anggotanya di kabupaten kota. 

"Outputnya menjadi penggerak ekonomi di tingkat kabupaten kota di Lampung, UMKM yang didampingi akan diberikan kemudahan akses modal pemasaran, sehingga usahanya bisa berkembang," pungkasnya.