Antikorupsi Jadi Mata Pelajaran di Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana/Tuti
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menjadikan antikorupsi sebagai mata pelajaran untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dalam upaya untuk pencegahan tindak korupsi sejak dini.


"Kita juga meluncurkan buku antikorupsi untuk anak-anak kelas 4, 5, 6 dan SMP. Dinas Pendidikan Bandar Lampung akan memasukan antikorupsi menjadi mata pelajaran," kata Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Jumat (29/4). 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Mulyadi mengatakan mata pelajaran antikorupsi itu sudah diterapkan pada tingkat SMP namun belum efektif karena terkendala pandemi Covid-19.

"Itu (pendidikan antikorupsi) sudah berjalan, regulasinya dan perwali sudah. Bahkan tim penyusun telah membuat buku untuk jenjang SMP, sementara untuk tingkat SD masih dalam tahap perkenalan," ujarnya. 

Dalam penerapannya di lapangan, sekolah menjadikan mata pelajaran itu sebagai muatan lokal dan dipelajari satu jam per minggu. Dengan harapan peserta didik bisa memahami pentingnya pendidikan antikorupsi ini. 

"Jadi mereka tahu apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam kaitannya antikorupsi," jelasnya.