Antre Berdesakan, Warga Pingsan saat Pasar Murah Minyak Goreng

Antrean warga saat pasar murah minyak goreng/ Tuti
Antrean warga saat pasar murah minyak goreng/ Tuti

Operasi pasar murah minyak goreng yang digelar di Pasar Kangkung, Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung diwarnai adanya warga pingsan akibat desakan antrean di bawah teriknya matahari. 


Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, warga telah menunggu pasar murah minyak goreng sejak pukul 09.00 WIB, dan direncanakan dibagikan saat Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi datang. 

Hingga pukul 10.20 WIB, Arinal tak kunjung datang, sehingga acara dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni. Lalu Arinal datang untuk melakukan peninjauan sekitar pukul 10.35 WIB. 

Akibat saling desak di bawah teriknya matahari, warga Keteguhan, Aminah pingsan. Ia lalu dibawa ke dalam ambulans yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. 

Diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter dari Kementerian Perdagangan. Sebanyak 2400 liter minyak goreng disalurkan di Pasar Kangkung. 

"Pasar murah ini untuk meringankan beban masyarakat, karena sejak Idul Fitri harga minyak goreng mulai naik hingga sekarang. Ini terjadi secara internasional karena panen sawit menurun sehingga CPO terbatas," kata Arinal, Jumat (14/1).

Menurutnya, Kementerian Perdagangan membagikan 1 juta liter per bulan ke Pemerintah Provinsi Lampung, dan akan berlangsung selama 6 bulan kedepan. 

"Operasi pasar murah ini dilakukan serentak di Indonesia, untuk di Lampung operasi pasar murah dilakukan di Pasar Kangkung dan nantinya dilakukan di kabupaten kota secara bertahap. Saya berharap minyak goreng ini tidak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga bukan untuk kebutuhan dagang," ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengucapkan terima kasih atas pasar murah yang digelar Provinsi Lampung. Nantinya ia berencana melakukan pasar murah kembali. 

"Nanti beberapa perusahaan akan kita ajak kerjasama. Mudah-mudahan bukan minyak saja tapi sembako yang akan kita jajakan di pasar murah untuk beberapa titik di Kota Bandar Lampung," jelasnya.

Sebelumnya pingsan, Aminah mengaku bahagia dengan adanya pasar murah, bebannya sedikit berkurang dengan minyak goreng Rp 14 ribu per liter. 

"Ibu rumah tangga pada prihatin karena bahan pokok naik. Tidak hanya minyak, gula juga naik. Sangat berterima kasih lah dengan adanya pasar murah," ujarnya.