APBD Masih Defisit 500 Miliar, Pemprov Ajukan Pinjaman untuk Modal 3 BUMD Baru

Illustrasi/RMOLNetwork
Illustrasi/RMOLNetwork

Pemprov Lampung masih defisit APBD miliaran rupiah, namun nekat untuk mencarikan modal kepada tiga BUMD baru yang telah menerima Surat Keputusan (SK) Pembentukan BUMD dari Kemendagri.


"Hebatnya Lampung. Walaupun APBD nya defisit 500 miliar lebih, masih ada beban cicilan pinjaman lama dan sedang mengajukan pinjaman baru lagi ke SMI, tetap saja berani membentuk dan melakukan penyertaan modal untuk BUMD-BUMD barua," kata Pengamat Kebijakan Publik Nizwar Affandi, Kamis (4/8).

Bukan hanya itu, Affan, sapaannya juga mempertanyakan apakah BUMD-BUMD existing yang sudah puluhan tahun berdiri dan lebih dahulu ada sudah bisa memberikan sumbangsih PAD?

"Atau belum menyumbang tetapi sudah mandiri, atau masih terus disubsidi APBD hanya untuk operasional dan gaji para komisaris dan direksinya? semuanya belum jelas," tanya Affan.

"Termasuk juga belum jelas bagaimana skema yang akan ditempuh pemprov Lampung untuk menyelamatkan BUMD terdahulu," sambungnya.

Misalnya, menyelematkan BUMD terbesar milik pemprov yakni Bank Lampung agar terhindar dari degradasi menjadi BPR karena tidak mampu memenuhi kecukupan modal minimal 3 triliun di tahun 2024.

"Padahal itu yang paling krusial karena sesuai regulasi OJK, tata kelola keuangan daerah tidak dapat dilakukan oleh BPR. Dan bagi Bank Lampung tentu sudah pasti akan sangat besar dampaknya ketika terdegradasi menjadi BPR dan tidak lagi mengelola kas daerah," ujarnya.

Sedangkan bagi tata kelola keuangan daerah juga akan terjadi guncangan karena proses peralihan administrasi keuangan dari Bank Lampung ke bank lainnya tentu tidak sederhana.