Apdesi Apresiasi Gagasan Kakon di Pematang Sawa untuk Buat Jalan

Apdesi Tanggamus saat kunjungan ke Pematang Sawa/Ist
Apdesi Tanggamus saat kunjungan ke Pematang Sawa/Ist

 Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Kabupaten Tanggamus, kunjungan kerja ke Dewan Pimpinan Kecamatan Pematangsawa.

Ketua Apdesi Zudarwansyah mengatakan, DPK Kecamatan Pematangsawa merupakan kunjungan mereka yang ke-12 dari 20 kecamatan yang ada, selain sebagai upaya untuk mempererat silaturrahmi dengan kepala pekon kunjungan tersebut untuk menampung aspirasi dari kepala pekon serta mencarikan solusinya.

Sebagai wadah konsolidasi serta pemersatu, sudah merupakan kewajiban jajaran DPC untuk hadir langsung bertemu dan bertatap muka, sekaligus menggali potensi yang ada, serta masukan dari kepala pekon dalam hal penyusunan rencana pembangunan serta pelayanan kerja kepada masyarakat.

"Apdesi mengapresiasi gagasan dan langkah yang akan dilakukan kepala pekon se-kecamatan pematang sawa untuk membuat badan jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, mulai dari pekon telukbrak sampai ke pekon tampang tua, mengingat selama ini delapan pekon bagian pesisir tersebut masih terisolir, hanya bisa ditempuh melalui jalur laut," Jelasnya kepada kantor berita RMOLLampung, Selasa (16/11). 

Dijelaskan Zudarwannsyah, mereka sangat mendukung harapan kepala pekon tersebut, dan akan berupaya membantu merealisasikannya dengan mengajukan proposal pembangunannya ke Pemkab Tanggamus, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) 

Menurut dia, akses infrastruktur jalan tersebut sangat vital, mengingat pembuatan serta pembangunannya menjadi prioritas, karenanya delapan kepala pekon tersebut sepakat akan mengangarkannya dari Angaran Dana Desa, tatkala Pemkab Tanggamus belum menjadikan hal itu menjadi prioritas. 

Sementara itu, ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Pematangsawa, Afriayal menyambut baik rencana DPC Apdesi yang akan memperjuangkan pembangunan jalan tembus tersebut ke Pemkab Tanggamus.

"Semoga rencana tersebut bisa terealisasi, sehinga keluar masuk barang dan hasil bumi dari delapan pekon tidak terhambat, mengingat selama ini faktor cuaca menjadi salah satu penentu lancarnya arus transportasi, baik laut maupun daratnya," ungkapnya.