Api Dekati Kandang Gajah Way Kambas, Wagub Jihan Pastikan Tiga Titik Kebakaran Padam

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
Api Dekati Kandang Gajah Way Kambas, Wagub Jihan Pastikan Tiga Titik Kebakaran Padam
Proses pemadaman kebakaran kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur/dok Pemprov Lampung

Article Header ImageWakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memastikan api di tiga lokasi kebakaran kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, telah berhasil dipadamkan setelah sebelumnya dilaporkan mendekati fasilitas konservasi gajah.

Kepastian tersebut disampaikan Jihan melalui akun Instagram pribadinya, @jihanchalim, Minggu 25 Oktober 2026 malam, menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan gajah dan satwa lainnya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Menjawab keresahan teman-teman mengenai titik api yang dilaporkan mendekati area PLG Way Kambas, kami memahami kekhawatiran teman-teman terhadap keselamatan gajah dan satwa lainnya,” tulis Jihan.

Berdasarkan laporan tim lapangan yang diterimanya, api di lokasi Rawa Harjo, Sedeng Kerep, dan Unguan telah berhasil dipadamkan hingga Minggu pukul 09.00 WIB.

Pemadaman dilakukan setelah petugas berjibaku sejak Sabtu hingga sepanjang malam untuk mengendalikan kobaran api.

“Berdasarkan laporan tim lapangan, Minggu, 25 Oktober pukul 09.00 WIB, api di lokasi penanganan Rawa Harjo, Sedeng Kerep, dan Unguan berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku sejak Sabtu hingga sepanjang malam,” ungkapnya.

Sebelumnya, kebakaran di kawasan TNWK dilaporkan merambat hingga mendekati area kandang gajah jantan di pusat konservasi gajah.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat lantaran api juga dilaporkan menjalar ke jalur perlintasan gajah liar dan satwa lainnya, termasuk rusa.

Relawan Desa Muara Jaya, Sukiman, sebelumnya memperkirakan luas area terdampak kebakaran mencapai sekitar 100 hektare.

Menurutnya, warga bersama petugas kehutanan terus berupaya memadamkan api agar tidak meluas hingga ke permukiman.

Meski kebakaran dilaporkan mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya, sejumlah titik api masih terlihat menyala berdasarkan laporan pemadaman hingga Minggu pagi.

Namun, melalui perkembangan terbaru yang disampaikan Jihan, api di tiga lokasi penanganan tersebut telah berhasil dipadamkan.

Petugas kini melanjutkan penyisiran dan pembersihan sisa bara untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Pemantauan menggunakan drone juga dilakukan dan tidak menunjukkan adanya titik asap di area yang diperiksa.

Jihan menjelaskan, penanganan karhutla turut didukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Penanganan juga didukung OMC BNPB. Dilaporkan sekitar dua jam setelah pelaksanaan OMC, alhamdulillah hujan turun,” tulisnya.

Meski demikian, Jihan menegaskan pemantauan tetap diperlukan, terutama di sekitar fasilitas gajah dan jalur perlintasan satwa yang berpotensi terdampak kebakaran.

“Pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi api kembali muncul, terutama di sekitar fasilitas gajah dan jalur perlintasan satwa,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petugas, tim udara, relawan, mitra, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Keselamatan masyarakat, petugas, dan satwa menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait