Apotek Di Bandarlampung Kehabisan Antivirus Covid-19 Dan Vitamin Sejak Sebulan Lalu

Sejumlah pembali mengantriemembeli obat dan vitamin di Apotek K-24/ Tuti Nurkhomariyah
Sejumlah pembali mengantriemembeli obat dan vitamin di Apotek K-24/ Tuti Nurkhomariyah

Sejumlah apotek di Kota Bandarlampung mengaku telah kehabisan stok obat antivirus dan antibiotik Covid-19 seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin sejak sebulan yang lalu.


Rina Siti Nurul Husna apoteker di Apotek K-24 di Jalan Teuku Umur mengatakan sudah sebulan lalu ketiga obat tersebut tidak ada. Malahan Azithromycin telah dihapuskan dalam sistemnya, sehingga tidak boleh ada stoknya lagi. 

"Favipiravil biasanya itu distok di rumah sakit, kalau yang di apotek itu biasanya avigan. Avigan juga tidak ada stok dari distributornya gak jadi kasih sudah satu bulan ini," kata Rina Siti Nurul Husna kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (25/7). 

Menurutnya, permintaan akan obat Covid-19 tersebut cukup banyak, namun ia harus menolaknya karena memang tidak ada stok. 

"Sebetulnya banyak permintaan dari obat Covid-19 tersebut, cuman kita tolak karena kita enggak ada stoknya," ujarnya. 

Hal sama juga untuk vitamin, Zegavit sudah dari akhir Juni stoknya kosong. Sementara untuk Becom Zet kemarin hanya dikasih 1 kotak isi 10 strip.

"Jadi ketika ada yang beli kita alihkan ke vitamin c 1000, 500 atau Blackmore vitamin dan HB Vit," ujarnya. 

Untuk harga, pihaknya mengaku tidak ada kenaikan. Masih normal, HB Vit dijual dengan Rp 26 ribu. "Kalau harga masih sama, kita tidak naikan harga. Kalau Oksimetri kita jual Rp 550 ribu," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu petugas Apotek Enggal di Jalan Raden Intan mengaku stok Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin sudah tidak ada saat pandemi Covid-19 meningkat, atau sebelum Kota Bandarlampung menerapkan PPKM Darurat pada 12 Juli lalu. 

"Dari distributornya memang kosong. Sudah minta ke distributor memang enggak ada," ujarnya. 

Hal sama juga disampaikan petugas Kimia Farma di Jalan Kartini, menurutnya stok Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin telah habis sejak Jumat (23/7) lalu. 

"Itupun jika ingin membelinya harus dengan resep dokter, tapi saat ini sedang kosong," jelasnya.