Appgindo Minta Wali Kota Pastikan Batas Waktu Larangan Resepsi Pernikahan

Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Perlengkapan Pernikahan Indonesia Provinsi Lampung/Ist
Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Perlengkapan Pernikahan Indonesia Provinsi Lampung/Ist

Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Perlengkapan Pernikahan Indonesia (Appgindo) Provinsi Lampung meminta kejelasan atas adanya Surat Edaran Wali Kota Herman HN terkait pembatasan prosesi pernikahan.


"Kami yang terdiri dari beberapa organisasi vendor pernikahan seperti Aspedi, Hastana, Katalia, Tiara Kusuma APKI meminta kepada wali kota harus mempertimbangkan kebijakan tersebut dan memberikan kejelasan," kata Ketua Appgindo Lampung Mardya Tuti, Kamis (28/1).

Ia mengatakan memang pihaknya sangat menyetujui adanya kebijakan dari Wali Kota Herman HN untuk menekan angka Covid-19, akan tetapi berapa waktu pembatasan tersebut. 

"Semisalnya diberikan pembatasan diberikan kejelasan sampai kapan pembatasannya. Sehingga, para pelaku vendor bisa mencari langkah apa yang akan dilakukan dalam usaha wedding organizer (WO)," kata dia.

Sekretaris PHRI Lampung Didik Indra berharap kepada Pemkot untuk mempertimbangkan kapan batas waktu pembatasan tersebut. 

"Diharapkan kepada pemkot untuk merevisi kebijakan menjadi 300 orang dalam setiap acara dengan waktu 5 jam lamanya," harapnya.