Arinal Tambah TPP, Loekman: Ingat Bos, Rakyat Sulit Cari Sesuap Nasi

Loekman Djoyosoemarto/Net
Loekman Djoyosoemarto/Net

Loekman Djoyosoemarto ikut "berteriak" atas kebijakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang dinilainya jor-joran dengan menambah penghasilan para pejabat di lingkungannya saat rakyat susah akibat pandemi Covid-19.


"Ingat Bos, rakyat masih menjerit sulitnya mencari sesuap nasi akibat pandemi Covid-19," tulis Ketua PDIP Kabupaten Lampung Tengah tersebut tentang kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS.

Dilanjutkan oleh mantan bupati Lampung Tengah itu, "Kok malah jor-joran menaikan tunjangan perbaikan penghasilan. Ada apa ini?"

Di Lampung Tengah, katanya, draf usulan semacam ini ditolaknya. Saat jadi kepala daerah, dia minta jajarannya berpikir ulang.

"Sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi daerah dong," tandasnya mengomentari postingan berita lewat facebook yang memuat kebijakan yang memicu polemik, Senin (22/2).

Loekman Djoyosoemarto lalu mempertanyakan komentar para pengamat."Para pengamat pemerintahan, bagaimana pendapat saudara-saudara?" tanyanya.

Gubernur Arinal Djunaidi mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 5 Tahun 2021 yang diterbitkan pada 8 Februari 2021 tentang Penghasilan Pegawai (TPP) PNS.

Dalam Pergub Nomor 5 Tahun 2021 tersebur, Sekdaprov memerolah Rp75.000.000, Asisten Rp38.000.000, staf ahli gubernur Rp22.500.000, Kepala Biro Rp22.000.000.

Administrator (eselon III) seperti kepala bagian atau kepala bidang Rp16.700.000 sampai Rp18.200.000, pengawas (eselon IV) seperti kasubbag, kasubbid dan kepala seksi Rp12.700.000.

Inspektur  Rp40.000.000, Irban Rp18.100.000, dan pengawas (eselon IV) Rp12.600.000, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Rp35.000.000, administrator (eselon III) Rp16.500.000-Rp18.000.000, dan pengawas (eselon IV) Rp12.500.000.

Bappeda dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yakni jabatan tinggi pratama (eselon II) Rp32.500.000, eselon III Rp13.000.000-Rp17.000.000, dan eselon IV Rp11.000.000. 

Sekretariat DPRD, PTSP, BKD, dan Badan Pengubung yakni Eselon II Rp28.000.000, eselon III Rp11.000.000-Rp14.000.000, dan eselon IV Rp7.500.000.