Atasi Dampak Inflasi BBM, Pemkot Bandar Lampung Anggarkan Rp5,5 Miliar 

Pj Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/Tuti
Pj Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menganggarkan Rp5,5 miliar untuk mengatasi dampak inflasi BBM. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak Inflasi tahun 2022.


"Dana 2 persen yang diamanatkan PMK itu kita diperkirakan menyisihkan anggaran Rp5,5 miliar yang diperuntukkan Oktober hingga Desember 2022," kata Pj Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, Sabtu (10/9). 

Menurutnya, anggaran tersebut akan dialokasikan ke tiga sektor yakni bantuan sosial (bansos) bisa berupa sembako atau uang tunai. Lalu menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan swakelola atau padat karya, juga kegiatan yang disegerakan yakni bedah rumah.

"Sektor ketiga yakni memberikan subsidi kepada angkutan umum. Bus 10 milik kita akan dioperasikan maksimal dengan tarif tetap Rp2 ribu karena telah disubsidi pemerintah," ujarnya. 

Sementara itu, dalam penyaluran bansos pihaknya akan meminta data kecamatan dan kelurahan serta dinas sosial agar tetap sasaran, yakni warga yang terdampak akibat kenaikan harga BBM. 

"Pelaksanaannya kita akan didampingi oleh Kejaksaan Negeri Bandar Lampung," jelasnya.