Atasi Penumpukan Sampah, DLH Bandarlampung Tambah Dua Truk

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Sahriwansah/Foto Tuti RMOLLampung
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Sahriwansah/Foto Tuti RMOLLampung

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung menambah dua truk untuk mengatasi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Langkapura.


Saat ini, kata dia, sudah ada tiga truk pengangkut sampah di TPS Langkapura. Sebelumnya, akibat rusaknya truk sampah, sempat terjadi penumpukan sampah. 

"Sekarang sudah tidak ada masalah," katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin (19/4). 

Sopir truk dari DLH Kota Bandarlampung mengatakan kloter pertama pengangkutan sampah, katanya, pukul 06.00 WIB dan kloter kedua sekitar pukul 11.00 WIB. 

Sehari, kata dia, satu truk bisa mengangkut dua kali sampah. Sedangkan sampah yang masuk TPS  bisa sampai 18-20 ton sampah per harinya. 

Dua kali tarikan, tak cukup mengangkut sampah sebanyak itu. “ Kalau diangkut sehari dua kali ya tidak akan cukup, kalau tiga kali baru pas,” ujarnya.

Saat bercerita, ia mengeluhkan belum menerima honor sebagai tenaga honor DLH selama dua bulan. 

Dia juga mengeluhkan tidak ada biaya perbaikan truknya sehingga terkadang para pengumut sampah dari rumah ke rumah iuran untuk perbaikan truk.

“Biaya perbaikan kayaknya ada di anggaran, paling sering itu ganti ban, ya mereka-mereka ini sumbangan, kalau ada angkutan tambahan mereka juga sokongan untuk bensin,” ujarnya.

Selain kadang iuran agar truk lancar mengangkut sampah, menurut para pemungut sampah ada kewajiban membayar iuran kepada kepala UPT yang berbeda-beda setiap bulannya antarmereka.

“Kalau saya sendiri setor Rp300 ribu, kawan-kawan ada yang Rp200 ribu, Rp400 ribu. Kalau penagihannya biasa setiap tanggal 5 di awal bulan,” ujar salah seorang pengumpul sampah.

Ia menjelaskan, mayoritas tukang angkut sampah di Kota Bandarlampung memberikan setoran ke Kepala UPT agar boleh membuang sampah ke TPS. Namun, ketika meminta kwitansi atau bukti bayar tidak diberikan. 

"Kalau nggak setor nggak boleh buang sampah ke sini. Padahal kami ini ya membantu pemerintah juga, jangankan yang kami angkut, sampah yang masyarakat buang di jalan aja wajib di atasi oleh pemerintah," katanya. 

Ia melanjutkan, kalau sampah menumpuk di TPS Langkapura, selalu para tukang angkut sampah yang berusaha mencarikan solusi, termasuk meminta sopir truk mengangkut sekali lagi sampah ke TPA Bakung. 

"Kami biasanya sokongan untuk uang bensin truknya, kalo gak gitu gak enak juga sampah ini numpuk terus di sini," kata dia yang disetujui beberapa tukang angkut sampah lainnya.