Awalnya Ngebolang ke Hutan, Suhesi Targetkan 10 Hektar Tanaman Porang

Suhesi saat podcast di Kantor Berita RMOLLampung dengan dipandu Vera Afrianti/ RMOLLampung
Suhesi saat podcast di Kantor Berita RMOLLampung dengan dipandu Vera Afrianti/ RMOLLampung

Amorphophallus Muelleri atau seringkali disebut porang kini menjadi salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Nilai jual yang besar serta tingginya permintaan, menjadikan porang bisa menembus pasar ekspor.


Karena hal tersebutlah, seorang pembudidaya atau pengembang porang asal Natar, kabupaten Lampung Selatan, Suhesi membuat budidaya porang pribadi dengan luas lahan 4 hektar.

Suhesi dengan hasil panen porangnya/ RMOLLampung

Sekitar setengah hektar sudah dipanen. Untuk tahun 2022, Suhesi menargetkan untuk membudidaykan sekitar 10 hektar tanaman porang. 

"Mulanya info porang itu dari teman di Jawa Timur, kemudian saya punya inisiatif ternyata budidaya porang sangat luar biasa, dan di situ sangat berhasil, jadi ya udah saya coba di Lampung Selatan," kata Suhesi saat Podcast di Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (15/9).

Ia mengaku, bibit porang pertama yang dimilikinya hasil dari ngebolang atau berpetualang ke hutan, lalu dibudidayakan di lahan miliknya sehingga berkembang menjadi banyak hingga saat ini.

"Jadi porang tersebut (yang didapat dari hasil ngebolang di hutan) saya tanem walaupun sedikit-sedikit. Tapi sudah ada perkembangan Alhamdulilah sangat pesat dan bagus hasilnya," kata dia. 

"Manfaat porang sangat luar biasa, karena porang ini bersifat komoditi pangan dan multifungsi. Porang juga tidak hanya digunakan untuk makanan saja, tetapi bisa diolah oleh pabrik menjadi mie dan beras," ujar dia.

Contohnya, salah satu pabrik di Jawa Timur yang sudah mengolah porang menjadi sebuah produk yakni mie dan beras.

Selain itu, porang juga bisa digunakan untuk pesawat terbang, bungkus kapsul, komponen, penjernih air, campuran lem dan sebagainya.

Namun, sangat disayangkan pembudidaya porang asal Lampung Selatan ini belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah kabupaten bahkan provinsi. Padahal potensi pasar porang sangat besar dan mampu menyentuh dunia pereksporan di Lampung.

"Bentuk bantuan pemerintah belum ada, namun tahun ini kami sudah bergabung ke koperasi yakni Koperasi Sabalam yang sangat mendukung kami, koperasi ini juga sebagai jembatan bagi para petani porang karena banyak program yang diberikan agar bisa tanam porang bahkan pemasaran produk porang," tutupnya.