Awas! Menjual Rokok kepada Anak-anak akan Didenda Rp 50 Juta

Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menutup etalase rokok di minimarket Jakarta/Net
Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menutup etalase rokok di minimarket Jakarta/Net

Upaya untuk menekan angka perokok di Ibukota ditunjukkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan ancaman sanksi.


Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan, bagi supermarket hingga toko/warung yang menjual rokok kepada anak di bawah umur akan mendapat sanksi denda.

"Bagi toko warung yang menjual rokok ke anak di bawah umur sudah aturan bakal didenda Rp 50 juta," kata Ariza diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (20/9).

Selain sanksi denda, mantan Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu juga meminta para perokok untuk mematuhi aturan lokasi mana yang dilarang dan diperbolehkan merokok.

"Jakarta bebas rokok bukan berarti dilarang merokok, tapi ada tempat-tempat yang diatur bisa merokok," tuturnya.

Supermarket atau swalayan hingga toko kelontong/warung di wilayah Provinsi DKI Jakarta kini dilarang memajang stiker, poster, hingga tampilan produk rokok.

Hal ini didasari seruan gubernur DKI Jakarta 8/2021 tentang pembinaan Kawasan Dilarang Merokok (KDM).