Ayah Cabuli Anak Tiri, DPRD Minta Penegak Hukum Adil

Anggota DPRD Lampung Deni Ribowo saat berbicara dengan korban Se/Ist
Anggota DPRD Lampung Deni Ribowo saat berbicara dengan korban Se/Ist

Warsito (40), tega mencabuli seorang anak tirinya yang masih di bawah umur di Kecamatan Negarabatin l, Kabupaten Waykanan. Korban berninisial Se, siswa kelas tiga yang berumur 10 tahun.


Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, mengatakan untuk penegak hukum yang menangani kasus ini harus adil, hukuman yang diberikan juga setimpal dengan yang dilakukannya.

"Saya dan Anggota Komisi V DPRD Lampung prihatin dan sebagai sinyal kepada penegak hukum bahwa kita  harus menegakkan hukum ini dengan baik dan berjalan lancar adil sehingga pelakunya bisa diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," katanya, Senin (23/2).

Ia menilai hukuman yang harus diberikan ke pelaku pencabulan yakni kebiri kimia guna memberikan efek jera terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur.

"Pelakukan sudah ditangkap oleh Kapolres Waykanan, AKBP Binsar Manurung melalui Kapolsek Negara Batin, Iptu Sundoro dan daya juga meminta untuk Komisi V agar segara meminta penegak hukum untuk segera memberikan hukuman yang berat yakni kebiri kimia guna memberikan efek jera bagi masyarakat  yang coba-coba untuk merenggut masa depan anak di bawah umur," ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Negara Batin IPTU Sundoro, mengatakan bahwa penangkapan pelaku ini berdasarkan informasi yang dilaporkan masyarakat ke pihak Kapolsek sehingga pelaku bisa cepat teridentifikasi.

"Terutama terimakasih kepada masyarakat termasuk dukungan dan partisipasi masyarakat sehingga pihak kepolisian bisa dengan cepat menangkap pelaku serta bisa teridentifikasi  dengan mudah, kemudian untuk masyarakat tetap tenang karena proses hukum sedang dilakukan," kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.